Momen Unik Jadi Saksi Nikah Bersama Prabowo Subianto, Begini Kata Emil Soal Pilpres 2024

Ridwan Kamil dan Prabowo Subianto./Foto: istimewa

Ridwan Kamil dan Prabowo Subianto./Foto: istimewa


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Pernikahan Putri Taufik Hidayat, Ketua DPRD Jawa Barat di Trans Luxury, Bandung, menjadi  momen akrab antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat menjadi saksi.

Pasalnya, hubungan keduanya sempat menghangat sejak Pilgub 2018 lalu. Namun kini keduanya tampak akrab berbincang, tertawa dan mulai mencair.

Menurutnya, momen pertemuan tersebut unik karena saksi nikahnya ada tiga, termasuk dirinya.

“Saya kira hanya Pak Prabowo saja. Biasanya kalau saksi nikah dua kan berhadapan (posisi duduknya) kalau ini mah tiga. Sehingga duduknya berdampingan,” ucap Emil, sapaan akrabnya, Minggu (9/2).

Diakui Emil, pertemuannya dengan Menteri Pertahanan RI itu adalah momen pertama dirinya kembali bisa berbincang langsung sejak Pilgub lalu.

“Saya mengucapkan selamat atas penugasan sebagai menteri pertahanan, saya mendoakan beliau sukses lancar karena ini bukan tugas sederhana. Mengucapkan selamat datang di Bandung,” ungkapnya.

Selain itu, momen tersebut tidak membuat dirinya canggung, meski momen politik sempat hubungan keduanya tidak kondusif. Dia juga memastikan sikap hangat Prabowo menunjukan kedewasaan yang bersangkutan.

“Enggak canggung, saya sudah biasa menghadapi situasi seperti itu, mengalir saja. Dan terlihat memang sudah cair sih. Mungkin persepsi orang menganggap bagaimana. Tapi saya melihat kepribadian Pak Prabowo yang melihat masa depan lebih penting ketimbang masa lalu,” kata Emil.

“Di sela itu saya minta maaf sebagai yang muda ke yang sepuh terhadap apapun yang mungkin dalam perjalanan kurang berkenan di mata beliau karena sebuah takdir,” sambungnya.

Emil juga menampik, jika pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas agenda Pilpres 2024. Menurutnya, momen pernikahan putri Ketua DPRD Jabar dilewati dengan khusyu.

“Boro-boro. Saya gak mikir ke sana. Ada momen kita ngobrol, saling mendoakan karier dan pekerjaan. Hanya ringan begitu saja dan mohon maaf lahir batin untuk apapun yang mungkin kurang berkenan,” tegasnya.

“Enggaklah, itu kan acara sosial, semua khusyuk mendengarkan MC mengatur flow acara, ada pengajian kita khidmat, lagi ceramah tunduk, akadnya kita ikuti. Jadi gak ada waktu spesifik,” tandasnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds