Korpma GPII Jabar: Ridwan Kamil Jangan Hanya Wacana Bangun Desa

Pelantikan Korpma GPII Jabar./Foto: Rmol

Pelantikan Korpma GPII Jabar./Foto: Rmol


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Ketua PW GPII Jawa Barat Irwan Sholeh Amir menekankan kepada Korpma GPII untuk bisa lebih kreatif di era revolusi industri 4.0 ini.

Pasalnya, mahasiswa sebagai agen perubahan harus membuka peluang kerja yang baru bagi masyarakat.

“Pengangguran di Jabar ini luar biasa banyak. Pekerjaan pun susah dicari. Maka kreatifitas dan inovasi menjadi kunci utama di era ini,” jelasnya.

Selanjutnya Irwan meminta, apa yang digagas oleh mahasiswa GPII dalam mengawal pembangunan desa harus dilakukan secara seurius. Karena program Satu Desa Satu Perusahaan ini mampu memberikan kemandirian terhadap masyarakat desa.

“Warga desa gak perlu lagi cari kerja ke kota, ekonomi masyarakat desa akan naik, dan kesenjangan berkurang. Maka kita harus kawal terus program pembangunam desa ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Korp Mahasiswa (Korpma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Jawa Barat, gelar pelantikan dan stadium general dengan tema “The New Era For Youth Power”, di Aula Barat Gedung Sate Kota Bandung, Sabtu (25/1).

Ketua Korp Mahasiswa GPII Jabar Umbara Wijaya Saputra menjelaskan, Korpma adalah bagian dari otonom organisasi kepemudaan GPII yang berfokus pada segementasi mahasiswa.

“Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dengan tema yang kami angkat tentang era baru pemuda menjadi semangat kami dalam membangun Jawa Barat dalam sektor pemberdayaan pemuda. Kita akan bersinergis dengan pemerintah dalam rangka menciptakan Jabar Juara Lahir Batin,” kata Umbara.

Dia menegaskan, Korpma GPII membawa gagasan besar tentang pembangunan desa yang dirasa Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum maksimal dalam penyelenggaraannya.

“Sesuai dengan janji politik Gubernur Jabar Ridwan Kamil tentang pembangunan desa yang salah satunya program One Village One Company (Satu Desa Satu Perusahaan) dirasa belum terasa dan jangan sampai hanya wacana belaka,” tegasnya.

“Kami memandang masih banyak desa yang tertinggal dan tergilas dengan era digital hari ini. Maka kami sangat terpanggil akan isu pembangunan desa ini,” jelasnya.

Korpma GPII Jabar lanjut dia, akan konsisten mendorong program pemerintah tentang pembangunan desa. Karena hal itu akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap percapatan peningkatan pembangunan dan ekonomi desa.

“Kami berkomitmen akan mengawal program ini, karena kami sadar bahwa kami sebagai pemuda harus menjadi agen utama membangun desa di Jabar. Perlu ada sinergitas dan kolaborasi pemerintah dengan dengan kaum muda hari ini,” tandasnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds