Dibuat Guyonan, Petinggi Sunda Empire Sebut Deddy Corbuzier Kurang Ajar

Screenshot video viral dari kegiatan Sunda Empire (ist)

Screenshot video viral dari kegiatan Sunda Empire (ist)


POJOKJABAR.com, JAKARTA— Petinggi Sunda Empire menyebut Deddy Corbuzier dan Mbah Mijan kurang ajar karena membuat guyonan terkait Sunda Empire di akun Youtube dan Instagram.

Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana lalu memperingatkan artis Deddy Corbuzier dan paranormal Mbah Mijan.

Rangga memperingatkan Deddy Corbuzier berkaitan dengan video yang diunggah pembawa acara itu ke akun YouTube-nya dan Instagram.

Deddy memang mengunggah video yang didalamnya ada membahas Sunda Empire. Judul video itu pun dibuat Sunda Empire-Mbah Mijan.

 

Baca Juga :

Ridwan Kamil Tanggapi Dingin ‘Ancaman’ Petinggi Sunda Empire

 

Dalam video itu, Deddy berdialog bersama Mbah Mijan. Berikut cuplikan salah satu dialognya.

“Tapi gua menguasai tenaga nuklir. Anda jangan macam-macam. Nuklir bro,” kata Deddy.

“Itu salah satunya yang saya takutkan. Saya dan kawan-kawan saya tidak percaya,” jelas Mbah Mijan.

“Tiba-tiba meledak,” timpal Deddy diiringi tawa lepas Deddy dan Mbah Mijan.

Menanggapi unggahan video di Youtube dan Instagram Deddy Corbuzier ini, petinggi Sunda Empire Rangga Sasana pun marah.

“Makanya jangan sembarangan itu. Siapa itu artis bicara tentang Sunda Empire. Belum tahu. Belum kenal sudah membicarakan itu. Itu siapa Deddy Corbuzier, enggak sopan itu ingatkan. Terus siapa itu lawannya (Mbah Mijan) itu kurang ajar namanya,” kata Rangga saat dihubungi, Minggu (26/1/2020).

Rangga menyatakan Sunda Empire tak boleh dibuat guyonan. Sebab Sunda Empire memiliki kesopanan yang sangat luhur.

Sehingga, kata Rangga, setiap orang tidak boleh bicara sembarangan tentang Sunda Empire.

“Sunda Empire ini memiliki kesopan santunan sangat luhur. Jadi tidak boleh. Dan Sunda Empire pemilik bumi. Dia numpang di mana? Kalau dia tidak suka Sunda Empire pergi dari bumi, atau dia mati,” kata dia seperti disitat detikcom.

“Jadi siapapun tidak boleh komentar sembarangan. Sejarawan Indonesia yang kemarin ditampilkan. Juga tidak ada bukti sejarah kaitan secara lengkap,” kata Rangga menambahkan.

Rangga menyatakan masyarakat tak bisa bicara sembarangan soal Sunda Empire. Menurut dia, bagi yang ingin membicarakan atau ingin mengetahui, harus pergi ke Inggris.

“Kalau mau bicara Sunda Empire harus pergi, datang ke Inggris, ke mahkamah internasional. Datang ke sana ke Belanda, India ke Sunda Land sebagai Mainland atau ke Pasifik. Karena Sunda terbagi dari empat tatanan bumi yang besar,” katanya.

 

(ral/int/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds