Periksa Petinggi Sunda Empire, Polda Jabar Akui Mereka Bersikukuh dengan Teorinya

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Polda Jawa Barat terus melakukan pemeriksaan perihal sunda empire. Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso menjelaskan, hingga saat ini Polisi mengaku kesulitan dalam mendalami kelompok Sunda Empire ini.

“Kesulitannya, karena pemimpin atau Perdana Menteri Sunda Empire sendiri bersikukuh dengan keterangannya itu,” terang Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso, Kamis (23/1).

Dirinya menambahkan, kalau dari keterangan NB (Perdana Menteri Sunda Empire) masih bersikukuh dan meyakini tentang Sunda Empire.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum, dalam mendalami tentang Sunda empire, melibatkan budayawan dan ahli sejarah guna mencari titik terang kasus tersebut.

” Hal ini dilakukan guna melihat peristiwa sejarah yang sebenarnya soal kesundaan. Makanya kita gunakan ahli sejarah dan budaya, mereka lebih mengetahui terkait Sunda dan Pajajaran,” jelasnya.

Dari keterangan NB (Perdana Menteri Sunda Empire), bahwa disampaikan sunda empire ada 300 sekian sebelum masehi.

“Dengan pernyataan ini, kan bisa dibilang mencederai sejarah nah ini yang mungkin penyidik akan menggali,” tuturnya.

Seperti diketahui, sejak Senin (20/1/2020) sampai saat ini polisi telah meminta keterangan terhadap delapan orang saksi dari berbagai ahli baik sejarah, budayawan, pidana, hingga pwmimpin dan anggota Sunda Empire itu sendiri.

Hasil dari keterangan para saksi, bahwa Sunda Empire ini tidak terdaftar sebagai ormas di Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat.

Sejak tahun 2018, kelompok ini pun pernah melakukan empat kali kegiatan di Isola Universitas Pendidikan UPI.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds