Pemkab Bandung Telusuri Kemungkinan Warga Kabupaten Ikut dalam Sunda Empire

Foto kegiatan terkait Sunda Empire yang tersebar di medsos./Foto: Istimewa

Foto kegiatan terkait Sunda Empire yang tersebar di medsos./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Pemkab Bandung terus memantau perkembangan soal Sunda Empire, pasca terungkapnya keraton sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. Pihak Pemkab terus menyelidiki aktivitas Sunda Empire di wilayah Kabupaten Bandung.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung, Imam Irianto, menilai Sunda Empire memiliki kemiripan dengan Keraton Agung Sejagat.

“Ada kemiripan dengan Agung Sejagat, makanya akan kami dalami,” kata Imam, Sabtu (18/1).

Imam mengatakan Sunda Empire diduga menyebarkan faham terkait adanya harta peninggalan Presiden pertama Indonesia, Sukarno atau Bung Karno.

“Arahnya ke harta Bung Karno atau harta peninggalan kerajaan Sunda kuno,” ujar Imam.

Selain itu, Imam menegaskan, aktivitas dilakoni Sunda Empire hampir sama dengan Keraton Agung Sejagat yang mengarah pada aksi penipuan. Modus Sunda Empire, yaitu harta Bung Karno.

“Motifnya hampir sama dengan Agung Sejagat, faham yang disebarkan itu biasanya ada harta Bung Karno atau harta kerajaan Sunda kuno yang tersimpan di negara atau bank tertentu,” tutur Imam.

Menurut dia, kelompok yang menyebarkan faham-faham seperti harta Bung Karno itu sering muncul dan berganti nama.

“Namanya beda-beda, tapi background-nya itu-itu saja,” terangnya.

Ditambahkan Imam, biasanya kelompok seperti ini motifnya ekonomi yang melatarbelakangi kemunculan kelompok ini.

“Mereka mendekati warga kalangan menengah ke bawah, diberi harapan palsu dan akan mendapat harta besar,”jelasnya.

Pemkab Bandung mengimbau kepada masyarakat yang diajak gabung kelompok-kelompok seperti itu agar melaporkan segera ke aparat berwajib.

Sejauh ini, Pemkab Bandung belum menerima adanya informasi warga Kabupaten Bandung yang mengikuti kelompok Sunda Empire.

“Belum ada laporan baik dari camat atau kades soal warga (di Kabupaten Bandung) yang mengikuti Sunda Empire,” pungkasnya.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds