Musim Hujan, Cikalong Wetan Mudah Terserang DBD

Ilustrasi DBD

Ilustrasi DBD


POJOKJABAR.com, PADALARANG – Memasuki puncak musim hujan pada bulan Januari – Maret 2020, Pemkab Bandung Barat harus segera mengantisipasi meningkatnya penderita demam berdarah (DBD) di wilayahnya. Itu lantaran penderita DBD di Kabupaten Bandung Barat tahun 2019 cukup tinggi.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB menyebut, penderita DBD mencapai 1663 pada tahun 2019 dengan penderita tertinggi di Kabupaten Bandung Barat berada di wilayah Kecamatan Cikalongwetan dengan jumlah 515 orang.

Kepala Dinkes KBB, Hernawan mengatakan, pihaknya kini akan lebih proaktif untuk mencegah berkembangnya nyamuk Aedes Aegipty. Hal tersebut dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat melalui optimalisasi peran Puskesmas di daerah.

“Yang paling utama adalah dipengendalian berkembangnya nyamuk, salah satunya dengan sosialisasi mengurangi tempat nyamuk untuk berkembang biak,”katanya, Rabu (15/1/2020).

Menurutnya, pemberantasan nyamuk penyebar virus dengue tersebut tidak hanya melalui fogging saja. Ia menilai, upaya penekanan angka penderita DBD efektif yaitu dengan cara mengurangi kesempatan bagi nyamuk untuk berkembang biak.

“Musim hujan merupakan waktu yang kondusif bagi nyamuk untuk berkembang biak, untuk itu masyarakat juga harus sering melakukan pengurasan penampungan air, mengubur barang bekas dan langkah yang lainnya,” jelasnya.

Rencananya, pihaknya akan membentuk Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di satu rumah satu orang. Program tersebut akan melibatkan pihak keluarga yang nantinya akan diberikan pemahaman khusus tentang mengantisipasi perkembangan jentik nyamuk.

“Nantinya orang tersebut akan memantau seluruh keadaan rumah, termasuk masyarakat sering luput jika air genangan dispenser juga bisa menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk,” tuturnya.

Selain itu, Dinkes KBB juga akan mendistribusikan bubuk Abate kepada seluruh masyarakat Bandung Barat secara gratis. Langkah tersebut itu juga diharapkan mampu menekan angka penderita DBD di tahun 2020.

“Kita akan door to door kepada masyarakat melalui Puskesmas setempat,” ucapnya.

Hernawan mengimbau, agar masyarakat berperan aktif mengurangi tempat berkembang biak nyamuk yang menjadi penyebab utama terjadinya penyakit demam berdarah.

“Fogging itu bukan solusi satu satunya, yang lebih efektif adalah melakukan pencegahan dengan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

(RB/cr3/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds