Pembantu Rumah Tangga Gasak Perhiasan Majikan Rp80 Juta

Pembantu rumah tangga di Kota Bandung yang mengambil perhiasan majikannya Rp80 juta (ist)

Pembantu rumah tangga di Kota Bandung yang mengambil perhiasan majikannya Rp80 juta (ist)


POJOKJABAR.com, BANDUNG — Seorang pembantu rumah tangga di Kota Bandung melakukan aksi pencurian di rumah majikannya. Nilai perhiasan yang dia sikat mencapai Rp80 juta.

Alasan pelaku berinisial MS (21) melakukan pencurian, karena takut anaknya menjadi tumbal pesugihan.

Kepada polisi MS mengaku sebelum melakukan pencurian, beberapa Minggu sebelumnya ia didatangi dua orang di rumah majikannya, Jalan Setramurni, Kota Bandung.

Kapolsek Sukasari, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, mengatakan bahwa pelaku MS mengaku didatangi dua orang, sebelum aksi pencurian dilakukannya.

“Saat pelaku bertemu dua orang tersebut, menyebutkan jika pelaku itu seperti yang diguna-guna,” kata Kapolsek Sukasari, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, Selasa (14/1/2020).

Hubungan dua orang yang tengah dalam pengejaran kepolisian tersebut, bersama dengan pelaku berlanjut dengan berbalas pesan melalui ponsel.

Dewi menuturkan, pelaku menyebut dua orang tersebut mengatakan jika anaknya yang berada di kampung halaman menderita sakit karena diguna-guna.

“Untuk menangkal guna-guna terhadap anaknya tersebut, dua orang itu meminta sejumlah mahar kepada pelaku,” paparnya.

Karena gelap mata, pelaku nekat mengambil perhiasan milik majikannya dengan total nilai Rp80 juta.

Namun dari hasil pemeriksaan lebih lanjut diketahui pelaku bukan hanya sekali melakukan pencurian.

“Majikan korban dalam memberikan keterangan kepada polisi menyebutkan pelaku kerap melakukan pencurian barang-barang di rumahnya. Pelaku sudah tiga tahun bekerja dengan majikannya,” terangnya.

MS sendiri di tangkap polisi setelah mencoba kabur dari kediaman majikannya.

“MS tertangkap saat hendak menyerahkan tas berisi perhiasan terhadap dua orang yang tengah dalam pengejaran polisi,” jelasnya.

“Polisi juga tengah mendalami kembali keterangan pelaku. Diduga MS bersama dua orang tersebut merupakan satu jaringan komplotan pencurian,” paparnya.

Polisi menjerat pelaku MS , dengan pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dan pemberatan.

“Ancaman pidananya lima tahun penjara paling singkat,” pungkasnya.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds