Pembangunan Underpass Sriwijaya di Kota Cimahi Urai Kemacetan

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Dustira - Sriwijaya, Kota Cimahi, Kamis (9/1/2020).

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Dustira - Sriwijaya, Kota Cimahi, Kamis (9/1/2020).


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Pembangunan Underpass Sriwijaya di Kota Cimahi rencananya segera dimulai tahun ini. Sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk mendukung proyek milik Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tersebut.

Tahapan pembangunan Underpass Sriwijaya dimulai sejak tahun lalu dengan membuat perencanaan yang tertuang dalam Detail Engineering Design (DED). Biaya pembangunannya mencapai Rp 100 miliar lebih.

Pembangunan Underpass sendiri dilakukan, selain dalam upaya meminimalisir kemacetan, juga karena adanya larangan penggunaan jalan di lintasan rel kereta api.

Kepala Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah mengatakan, proses pembangunan Underpass Sriwijaya memasuki tahap baru dengan keluarnya izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

”Izin Kemenhub baru keluar kemarin (beberapa waktu lalu.red),” kata Wilman.

Dia menjelaskan, izin dari Kemenhub RI harus ditempuh lantaran posisi underpass tepat berada di bawah lahan lintasan kereta api. Selanjutnya, pihaknya akan membicarakan kerja sama pemanfaatan aset dengan PT KAI, mengingat lahan yang digunakan adalah milik mereka.

”Tahap berikutnya kerja sama dengan PT KAI untuk pemanfaatan aset. Kami harapkan gak ada kendala sehingga bisa terealisasi,” ucapnya.

Untuk menggarap proyek tersebut, Pemkot Cimahi mendapat bantuan dana dari Pemprov Jabar hingga Rp 105 miliar, melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat.

”Pergub-nya sudah keluar, ada anggaran undeprpass kurang lebih Rp 105 miliar. Akan dibagi fisik Rp 102 miliar, sisanya untuk pengawasan,” ujarnya.

Sebab Pergub anggaran bantuan sudah keluar, kata Wilman, bulan ini rencananya akan memasukan dokumen lelang proyek. Jika proses lelang berjalan sesuai rencana, maka akan langsung dilakukan pengerjaan fisik.

”Target tahun ini harus beres. Mudah-mudahan tidak ada kendala lainnya,” katanya.

Melihat dari perencanaan, Underpass Sriwijaya akan membentang dari Jalan Dustira hingga Jalan Sriwijaya. Panjangnya mencapai 850 meter dan lebar 9 meter, termasuk dengan trotoar jalan.

”Sejajar dengan Jalan Dustira masuk ke bawah terowongan rel keluar di Jalan Sriwijaya, proses pembangunan tak akan mengganggu lalu lintas kereta api dan jalan raya,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Cimahi, Nagtiyana berharap pembangunan Underpass Sriwijaya berjalan sesuai rencana. Yang terpenting, kata dia, komunikasi antarpihak terkait harus dilakukan agar pelaksanannya tidak ada gejolak.

”Jangan sampai nanti ada gejolak. Mudah-mudahan bisa mengurangi kemacetan secara drastis juga,” kata Ngatiyana, singkat.

(RBD/bie/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds