Pemkot Cimahi Pastikan Stok Si Melon Aman

(ilustrasi)

(ilustrasi)


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Pemkot Cimahi menjamin ketersediaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram aman hingga akhir tahun. Itu termasuk untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru.

Kepala Seksi Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi, Eka Handayani menyatakan, ketersediaan gas elpiji bagi masyarakat aman karena ada penambahan kuota dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun ini, Cimahi menerima subsidi sebanyak 544.167 tabung gas, jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebanyak 525.944 tabung per bulan,” terangnya.

Hingga pertengahan bulan ini, Eka menerangkan, pihaknya belum menerima laporan kelangkaan gas elpiji. Jika ada, pihaknya memastikan akan melakukan investigasi ke lapangan.

“Biasanya, kalau ada kelangkaan, kita terima laporan dari masyarakat melalui pihak kelurahan, tetapi kali ini belum ada,” ujarnya.

Menurut dia, dari hasil investigasi bilamana terjadi kelangkaan gas, hal itu menjadi bahan tindak lanjut apakah harus dilakukan operasi pasar murah atau penambahan gas.

Mengenai harga, berdasarkan Permen ESDM maupun surat keputusan (SK), bahwa harga eceran tertinggi ( HET) di tingkat agen adalah Rp14.750 per tabung, sedangkan harga pangkalan Rp16.600 per tabung. Meski begitu, harga di tingkat pengecer biasanya akan melebihi HET.

“Gas elpiji yang dijual di warung biasanya melebihi HET, padahal mestinya sesuai HET,” ucapnya.

Eka mengatakan, pihaknya belum berencana melaksanakan inspeksi mendadak terkait stok elpiji bersubsidi jelang Natal dan Tahun Baru. Namun akan menunggu kebijakan dari PT Pertamina dan Hiswana.

Diakuinya, gas elpiji bersubsidi hanya boleh digunakan untuk rumah tangga dan usaha mikro dengan kriteria rumah tangga miskin berpenghasilan di bawah Rp 1,5 juta serta pelaku Usaha Kecil dan Mikro (UKM) yang memiliki omset Rp 50 juta sebulan.

Tetapi, lanjut dia, masih ditemukan rumah tangga yang memiliki penghasilan di atas Rp 1,5 dan pengusaha di luar ketentuan yang masih menggunakan gas bersubsidi.

“Masih ada masyarakat mampu tapi memakai gas bersubsidi. Jika ketahunan, biasanya kita langsung menyuruh untuk diganti,” jelasnya.

(RBD/gat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds