Trauma Bom Medan, Polisi Batasi Ojek Online di Sekitar Gereja


POJOKJABAR.com, BANDUNG — Guna mencegah aksi teror seperti di Polrestabes Medan, November lalu, Polrestabes Bandung membatasi aktifitas ojek online (Ojol) di sekitar gereja saat Natal.

Kapolretabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan bahwa hal ini disampaikan juga kepada pengelola.

“Kami sudah meminta kepada kepanitiaan dan pengurus gereja, kita batasi aktivitas ojek online karena pengalaman kita kemaren di Medan bahwa pelaku itu menggunakan identitas dari ojek online,” jelasnya, Selasa (24/12).

Baca Juga :

Kapolda Jabar Cek Keamanan Gereja Katedral Kota Bogor

Kapolrestabes juga meminta kerjasama kepada rekan rekan ojol, untuk ikut menjaga kondusifitas.

“Jadi kalau ada pemesanan-pemesanan cukup di gerbang saja, sebagaimana SOP yang kami berlakukan di Polrestabes, bahwa ojol tidak boleh masuk ke dalam,” paparnya.

Kalaupun ada yang memesan sesuatu transaksinya berada di luar pagar.

Untuk pembatasan aktivitas ojol di seluruh gereja yang ada di Bandung.

“Di semua gereja sudah kami berikan imbauan, bahwa aktivitas ojol transaksinya di luar pagar untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds