Kemedagri Buka-bukaan Soal Marak Potensi dan Ancaman Pilkada 2020

(Ilustrasi)

(Ilustrasi)


POJOKJABAR,com, BANDUNG– Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar menyampaikan bahwa ujaran kebencian di medsos berpotensi menciptakan polarisasi di masyarakat.

Dirinya melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengkhawatirkan ujaran kebencian di media sosial akanĀ  marak pada Pilkada 2020.

“Hati-hati dengan produksi konflik yang ditimbulkan media sosial, ada hoaks, dan lain-lain, apalagi mendekati hari pelaksanaannya (Pilkada 2020, red) biasanya suasana menjadi panas,” kata Bachtiar di Jakarta, Minggu (15/12).

Bachtiar menambahkan, kampanye hitam yang berpotensi memecah belah masyarakat harus dilawan. Caranya adalah melalui kampanye-kampanye positif.

Baca Juga:
CATAT! Pilkada Serentak 2020 Digelar Pada 23 September
“Di sinilah peran peserta pilkada dan parpol agar ikut serta meminimalisasi suasana panas dan konflik di tengah masyarakat,” kata Bahtiar.

Lebih lanjut Bachtiar mengatakan, politik identitas juga bakal mewarnai Pilkada 2020. Menurut dia, isu suku, agama, ras dan antaragolongan (SARA) merupakan ancaman terhadap pelaksanaan pilkada tahun depan yang digelar di 270 daerah.

Oleh karena itu Kemendagri mengajak semua pihak mencermati potensi konflik di daerah-daerah yang menggelar Pilkada.

“Memang butuh kerja sama semua pihak, pemerintah, penyelenggara, peserta, juga masyarakat untuk melawan ancaman Pilkada 2020 ini,” ujarnya.

(antara/jpnn/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds