Kawasan Alun-alun Cimahi Segera Bebas PKL

Deretan lapak pedagang kaki lima di Jalan Ria, kawasan Alun-alun Cimahi.

Deretan lapak pedagang kaki lima di Jalan Ria, kawasan Alun-alun Cimahi.


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Pedagang Kaki Lima (PKL), di kawasan Alun-alun Cimahi diminta segera pindah ke Pasar Atas Baru, di Jalan Kolonel Masturi. Kebijakan tersebut berlaku mulai tanggal 20 Desember 2019.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi Totong Solehudin menyebutkan, sejauh ini lokasi PKL berada di sekitaran Jalan Djulaeha Karmita, Ria, dan Alun-alun Kota Cimahi.

“Keberadaan pedagang itu sudah harus ditempatkan ke lokasi yang lebih layak. Sehingga tidak mengganggu estetika kota,” kata Totong.

Bahkan agar tidak terjadi kesalahan persepsi antara pedagang dan penegak perda, kata dia, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada para PKL jauh-jauh hari. Pemberian surat tersebut merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) awal penertiban PKL.

Pihaknya tetap menempuh prosedur aturan dengan memberi jeda waktu dan tidak langsung melakukan penertiban, tapi bertahap mulai dari pemberitahuan dengan surat.

“Ini merupakan bagian dari sosialisasi kepada para PKL, agar ketika aturan ini berlaku atau kalaupun ada penertiban tidak ada alasan bahwa mereka tidak tahu.

Terkait jumlah PKL yang bakal direlokasi, Totong belum bisa menyebutkan angka karena mengantisipasi munculnya PKL baru. Sementara penertiban difokuskan terlebih dahulu terhadap PKL di kawasan Alun-alun Kota Cimahi, termasuk juga tempat parkir liar.

“Bertahap dulu, sekarang yang di Alun-alun. Kalau semua sekaligus kan harus dipikirkan tempat relokasinya,” tutur Totong.

Sementara itu, salah seorang PKL di Jalan Ria, Asril (63) mengakui sudah menerima surat dari Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi dua hari lalu untuk segera membongkar
lapaknya.

Dia yang sudah berjualan selama 12 tahun di atas trotoar di kawasan itu tak bisa berbuat banyak dan akan patuh menuruti instruksi petugas. Namun pedagang kaos kaki dan sepatu itu masih kebingungan mencari lapak baru untuk berjualan.

“Informasinya akan dipindahkan ke Pasar Atas Baru tapi khawatir penghasilan menurun jika dipindahkan ke sana. Kalau di sini kan omsetnya bisa Rp700.000/hari dari sepatu dan kaos kaki,” pungkasnya.

(RBD/bie/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds