UAS Sebut Istrinya Tak Patuh, Baru Pulang Dakwah Malah Disodorkan HP

Ustad Abdul Somad (UAS) bersama istri dan anaknya (ist)

Ustad Abdul Somad (UAS) bersama istri dan anaknya (ist)


POJOKJABAR.com, JAKARTA— Ustad Abdul Somad (UAS) menyebut istrinya seorang yang tak patuh. Salah satunya tak mau memakai kerudung panjang. Apa penyebab perceraian UAS dengan istrinya?

Berdasarkan putusan perceraian UAS-Mellya Junarti yang diputus Pengadilan Agama (PA) Bangkinang, terungkap perselisihan penyebab perceraian itu.

UAS yang mengajukan talak cerai, menyebut Mellya tidak patuh sebagai istri.

Salah satunya tidak mau memakai kerudung panjang.

Salah seorang saksi menceritakan saat UAS pulang dari dakwah dan disambut Mellya yang menyodorkan HP atau handphone.

Ustad Abdul Somad (UAS) lalu marah.

“Kenapa saya baru pulang kamu sodorkan yang kurang enak. Bukannya sediakan kopi.”

Putusan Pengadilan Agama (PA) Bangkinang ini didapat beberapa wartawan, Rabu (11/12/2019).

Adapun Melly menilai ada perempuan ketiga dalam rumah tangga mereka. Melly menunjukkan sejumlah bukti chatting WhatsApp UAS dengan perempuan WN Malaysia, inisial LN.

Melly menyodorkan puluhan bukti screenshot percakapan itu.

Isinya soal rencana menikah di Thailand, percakapan mesra, hingga UAS yang menceritakan hubungan rumah tangganya yang retak.

Yang membuat Mellya cemburu, perempuan itu memanggil UAS dengan panggilan ‘Abang’, padahal bila dengan orang lain dipanggil ‘Ustad’.

Namun apa kata hakim? PA Bangkinang menolak bukti chatting tersebut dengan alasan belum diuji secara digital forensik oleh pihak berwenang.

Majelis hakim sebagaimana tertulis dalam berkas putusan menyebutkan, suatu sistem elektronik memastikan haruslah dapat membuktikan bahwa telah dilakukan upaya yang patut untuk telah dapat melindungi ketersediaan, keutuhan, keotentikan, kerahasiaan dan keteraksesan informasi elektronik tersebut.

Disamping cara mendapatkannya harus sesuai hukum.

Maka oleh karena itu, Majelis Hakim berpendapat alat bukti berupa screenshot yang diajukan pihak berperkara belumlah memenuhi syarat-syarat di atas.

Sehingga alat bukti tersebut tidak akan dipertimbangkan lebih lanjut, dan dikesampingkan.

Duduk sebagai ketua majelis Abdul Rahim dengan anggota Ermisa Yustri dan Syufyan Nasution. Soal bukti elektronik itu diatur dalam Pasal 5 ayat 4 UU ITE dan Pasal 6, Pasal 15 dan Pasal 16 UU ITE.

Pengacara Mellya, Nurhasmi membenarkan isi putusan soal bukti screnshoot yang diajukan dalam persidangan.

“Iya memang begitulah. Isi putusannya itu ya kenyataanya seperti itu ya, memang menolak,” kata Nurhasmi seperti dilansir detik.

“Insya Allah, belum bisa dipastikan. Yang jelaskan putusan dibacakan tanggal 3 Desember, jadi terhitunglah 14 hari ke depan,” kata Nurhasmi terkait upaya hukum lanjutan yang akan mereka ajukan.

Sementara itu pengacara UAS, Hasan Basri menyatakan proses hukum belum tuntas. Percakapan chatting UAS tidak ditampik.

“Tidak ada, proses perceraiannya belum selesai lagi kan, kan belum tuntas. Sudah diputus tapi masih ada upaya hukum,” ungkap Hasan.

Hasan tak menampik kalau isu tentang perempuan muncul di sidang cerai UAS dan Mellya. Namun, pihak UAS sudah membantah mengenai kehadiran LN dalam rumah tangga mereka.

“Kemarin ada di dalam sidang, tapi itu isu saja. Sudah dibantah,” lanjutnya.

Disinggung mengenai bukti-bukti tangkapan layar yang membahas nazar UAS untuk menikahi permpuan di Thailand, Hasan membantahnya.

Dia meminta agar ranah pribadi UAS tak lagi dikulik oleh publik.

“Tidak ada seperti itu. Itu sudah dibantah kemarin dalam persidangan,” tegasnya.

 

(ral/int/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds