Penyidik Kebut Berkas Pemeriksaan Akumobil, Jumlah Korban 2.500 Orang

Ilustrasi Penipuan.

Ilustrasi Penipuan.


POJOKJABAR.com, BANDUNG –Penyidikan kasus penjualan mobil murah melalui showroom Akumobil terus dilakukan Satreskrim Polrestabes Bandung. Jumlah korban capai 2.500 orang.

Meski jumlah tersangka belum bertambah, yakni enam orang, penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka utama yakni BJ agar segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih menjelaskan bahwa saat ini penyidik terus menyiapkan berkas tersebut.

“Untuk pelimpahan berkas perkara untuk tersangka utama yakni Dirut Akumobil, Bryan, Satreskrim Polrestabes Bandung menargetkan secepatnya,” terangnya, Rabu (11/12).

Penyidik saat ini sudah berusaha semaksimal mungkin.

“Sudah kita maksimalkan gar segera dilimpahkan ke kejaksaan (Kejaksaan Negeri Bandung) dan P21 (dinyatakan lengkap),” tutur Kasat Reskrim.

Galih mengungkapkan, data jumlah korban yang tercatat di Satreskrim sebanyak 2.500 orang.

“Jumlah kerugian berdasarkan hitungan manual penyidik akibat penipuan dan penggelapan itu, sekitar Rp128 miliar,” terangnya.

Sementara itu, Satreskrim Polretabes Bandung memindahkan sejumlah barang bukti kasus akumobil, ke Rupbasan Bandung.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih menjelaskan bahwa seluruh barang bukti dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan PT Aku Digital Indonesia (Akumobil) dititipkan ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas 1 Bandung, Jalan Sukamiskin, Kota Bandung.

“Penitipan ini dimaksudkan untuk menjaga nilai barang bukti yang merupakan kendaraan-kendaraan mewah,” paparnya, Rabu (11/12).

Barang bukti yang dititipkan yakni 1 unit Lexus, 1 unit Mercedes Benz CLA2000, 4 unit Fortuner, 1 unit Mobilio, 1 unit Kijang Innova, 1 unit pikap, 1unit Colt Diesel Twing, dan lima unit motor sport atau superbike.

“Kalau di polres ini kan takutnya, kena sinar matahari dan lain-lain, akan menurunkan nilai dari barang bukti tersebut,” kata Kasatreskrim.

Galih mengemukakan, jumlah tersangka masih enam orang.

Terakhir penyidik menetapkan Direktur HRD PT Aku Digital Indonesia atau Akumobil M Idris sebagai tersangka.

“Sejauh ini belum ada penambahan tersangka baru,” ujar Galih.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds