Suket Rawan Dipalsukan untuk Dukungan Calon Bupati Independen

Ilustrasi Pilkada Serentak 2020 (ist)

Ilustrasi Pilkada Serentak 2020 (ist)


POJOKJABAR.com, BANDUNG— Bawaslu Kabupaten Bandung menyebut Surat Keterangan (Suket) pengganti E KTP rawan dipalsukan sebagai bukti dukungan bagi calon independen di Pilkada 2020.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Januar Solehuddin mengatakan, rawannya suket disalah gunakan untuk kebutuhan prasyarat calon independen maju Pilkada tahun depan itu, karena dari segi fungsi suket itu sendiri.

“Setelah kami berdialog dan berkomunikasi dengan pihak dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil) setempat ada dua suket yang diterbitkan,” ujarnya, Sabtu (7/12).

Suket pertama itu, lanjut Januar, adalah terkait masa berlaku selama sekitar enam bulan yang artinya memiliki tenggat waktu.

Kemudian suket kedua ada pula yang tidak mencantumkan batas waktu (kadaluarsa).

“Di sini menjadi rawan dipalsukan termasuk dimanfaatkan sebagai bukti dukungan calon independen,” jelasnya.

“Bahkan, dalam suket juga ada barcode khusus yang disematkan. Nah kami tak punya alat untuk memindai itu,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, meski sempat jadi polemik KPU Kabupaten Bandung, akhirnya membolehkan Suket menjadi dokumen bukti dukungan untuk syarat maju di ajang Pilbup Bandung 2020 melalui jalur independen.

Ketua KPU Kabupaten Bandung Agus Baroya mengatakan, dibolehkannya Suket KTP sebagai salah satu dokumen di Pilbup Bandung 2020, setelah jajarannya menggelar rapat pada Selasa (3/12).

 

(ral/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

Walikota-Depok-Mohammad-Idris

Walikota Depok: Tidak Ada Razia LGBT

Walikota Depok Mohammad Idris memberi penjelasan mengenai statemennya yang diprotes Komnas HAM, karena dianggap melanggar hak privasi masyarakat. Idris membantah …