Pengakuan Supir Truk Pasca Terguling di Lembang

Truk terguling di Lembang./Foto: Rmol

Truk terguling di Lembang./Foto: Rmol


Sosok supir truk, Deni Setiawan mengakui, dirinya sudah puluhan kali melewati Jalan Kolonel Masturi dari arah Parongpong menuju Lembang.

Namun, baru pertama membawa kendaraan truk tersebut.

Ia mengaku sudah memastikan kelaikan kendaraan yang akan dikemudikannya sebelum berangkat untuk mengantar material GRC dan asbes ke Cikareumbi-Lembang.

“Tadi itu dari arah bawah banyak motor, jadi saya banting ke kiri. Padahal rem itu sudah dicek bagus tapi tadi tiba-tiba di atas blong, saya tarik rem tangan tapi mobil tetap nyelonong,” bebernya.

Untuk diketahui, lantaran kendala masalah pegas rem yang tidak berfungsi baik, sebuah truk Nomor Polisi (Nopol) D 8629 DQ pengangkut material bangunan tabrak tiang listrik dan terguling di Jalan Kolonel Masturi, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (6/12) siang.

Akibatnya, arus lalu lintas dialihkan sementara untuk mencegah penumpukan volume kendaraan baik yang melintas dari arah Cisarua menuju Lembang maupun dari arah sebaliknya.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resor (Polres) Cimahi, AKP Susanti Samaniah menyampaikan, kronologis kejadian bermula saat truk dari arah Cisarua hendak menuju Lembang.

Namun, ketika memasuki jalanan menurun, rem truk tiba-tiba mengalami blong bahkan, sopir sudah menarik rem tangan namun truk tetap melaju hingga akhirnya menabrak tiang listrik dan terguling di bahu jalan sebelah kiri.

“Kecepatannya tidak terlalu namun rem-nya blong jadi tidak tertahan. Oleh supir kendaraannya diarahkan ke sebelah kiri untuk menghindari kontak dengan kendaraan lain,” ucap Santi sapaan akrabnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Santi menerangkan, akibat dari kejadian ini, terjadi antrean kendaraan sehingga pihak kepolisian langsung melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai penumpukan kendaraan.

“Di sini juga ada tumpahan solar jadi nanti setelah truk dievakuasi kita akan siram tumpahannya pakai air dari Damkar,” ungkapnya.

Pada kejadian kecelakaan tunggal ini, Santi memaparkan, tidak ada korban jiwa.

Begitu pun sopir dan satu orang keneknya bisa selamat.

“Tadi sudah ditanyakan ke sopirnya, dia hanya mengalami pegal-pegal saja di badan serta bagian tangan,” terangnya.

Mengingat kontur jalan yang menurun dan berkelok serta rawan terjadi tanah longsor dan rawan terjadi kecelakaan, dia mengimbau, pengendara tidak melajukan kendaraan dengan cepat serta tetap mengutamakan kehati-hatian.

“Pada saat turunan kurangi kecepatan kendaraan dan berhati-hati,” ujarnya.

 

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds