Bisnis Pengantin Pesanan, Wanita Kota Cimahi Dinikahkan dengan Pria China

Kasus pengantin pesanan dengan perempuan asal Kota Cimahi dan lelaki dari China (ist)

Kasus pengantin pesanan dengan perempuan asal Kota Cimahi dan lelaki dari China (ist)


POJOKJABAR.com, CIMAHI— Bisnis pengantin pesanan diungkap petugas Imigrasi Kelas I TPI Bandung. Wanita Kota Cimahi dinikahkan dengan pria dari China.

Seorang WNI berinisial EM dan WN China berinisial JS telah ditangkap dan menjadi tersangka kasus trafficking modus pengantin pesanan ini.

Keduanya ditangkap petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung karena berupaya menyelundupkan manusia ke China.

Penangkapan keduanya merupakan pengembangan kasus yang menjerat SD, seorang WN Tiongkok yang menjadi mak comblang atau pencari wanita untuk dijodohkan dengan warga Tiongkok.

SD telah lebih dulu diamankan pada 8 Juli 2018 lalu dan kini sudah disidang di PN Bale Bandung.

Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigriasian Yosa Anggara mengatakan, tersangka EM merupakan istri dari SD.

Keduanya menerima pesanan dan sejumlah uang dari JS yang berperan sebagai perekrut calon pengantin pria di China.

Ia dan istrinya mendapatkan Rp 110 juta dari setiap pengantin yang berhasil dinikahkan.

“Jadi JS ini yang merayu agar pria Tiongkok mencari jodoh di Indonesia. Di sini peran EM dan SD yang mencari calon pengantin wanita,” ujar Yosa di Kantor Kejari Cimahi, Selasa (3/12/2019).

Para pelaku kejahatan manusia ini telah berhasil menikahkan dua pasang pengantin. Mereka berstatus pelajar atau mahasiswa dan satu lagi berprofesi sebagai pekerja lepas.

Pasangan itu telah menikahkan dua pria berkebangsaan Tiongkok dengan wanita asal Kota Cimahi.

“Proses perekrutannya, mereka mendatangi calon korban dengan membawa foto pria berkewarganegaraan Tiongkok. Kemudian diming-imingi sejumlah mahar,” ujar Yosa.

“Jadi kalau disebut mereka mengincar kalangan menengah ke bawah itu tidak ya, karena korbannya juga merupakan mahasiswi di sebuah universitas swasta di Bandung,” ujar Yosa melanjutkan.

“Setelah dinikahkan, mempelai wanita akan dibawa ke Tiongkok,” jelasnya.

“ Jadi ada unsur penyelundupan manusia dengan bungkusn pernikahan yang tidak sesuai dengan prosedur dengan maksud dan tujuan mendapatkan visa di Tiongkok,” kata Yosa.

Ketiganya telah melanggar pasal 120 ayat 1 UU No 6 Tahun 2011 Tentant Keimigrasian Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP atau Pasal 120 Ayat 2 UU No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP atau Pasal 122 no 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

 

(ral/int/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds