Bapak dan Anak Ini buat Perusahaan Fiktif Demi Dapat Fee Pajak Negara

Polda Jabar mengungkap kasus pengemplang pajak di Mapolda Jabar, Senin (18/11/2019)./Foto: Arief

Polda Jabar mengungkap kasus pengemplang pajak di Mapolda Jabar, Senin (18/11/2019)./Foto: Arief


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Polda Jabar melalui Ditreskrimsus Polda Jabar mengungkap kasus pengemplang pajak senilai Rp 98,5 milliar.

pengungkapan ini bekerjasama dengan Ditjen Pajak Kanwil Jabar, Kejati Jabar ini berhasil mengamankan empat orang tersangka.

Wadirreskrimsus Polda Jabar, AKBP Hari Brata mengatakan bahwa kasus ini pelimpaham dari Kanwil Pajak DJP 1 Jabar.

“Kasus ini ditangani oleh PPNS (penyidik pns) Ditjen pajak. Saat ini sudah p21, dan berkordinasi dengan Polda dan Kejati Jabar, ” jelasnya, senin (18/11) di mapolda Jabar.

Pelaku yang merupakan anak dan bapak, yakni AAP, AS, AP dan R diamankan oleh tim gabungan.

Polda Jabar mengungkap kasus pengemplang pajak

Polda Jabar perlihatkan barbuk kasus pengemplang pajak di Mapolda Jabar, Senin (18/11/2019)./Foto: Arief

 

“Nilai kerugian mencapai Rp 98,5 millar,” jelas wadirkrimsus.

Perwakilan Pihak Ditjen Pajak, Rustana menjelaskan bahwa modus para pelaku ini dengan melakukan usaha fiktif.

“Jadi pelaku mempunyai usaha fiktif dengan membuat tiga perusahaan, dimana ketiganya melakukan transaksi fiktif. Demi mendapat keuntungan dari fee pajak usaha,” paparnya.

Transaksi usaha fiktif ini dikerjakan sejak tahun 2018.

“Sejak juli hingga desember 2018 lalu,” paparnya.

Pelaku mencoba mencari fee dari PPN 10℅ atas aktifitas usahanya.

“Tiga perusahaan yanh didirikan pelaku seolah berkaitan dan aktif dalam usaha. Setelah ditelusuri fiktif. Usaha pelaku bergerak dibidang perminyakan,” jelasnya.

Polda Jabar mengungkap kasus pengemplang pajak

Polda Jabar mengungkap kasus pengemplang pajak di Mapolda Jabar, Senin (18/11/2019)./Foto: Arief

 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 39 huruf a nomor 28 tahun 2007 tentang perubahan ketiga atas UU no 6 tahun 1983 tentang cara umum perpajakan.

“Ancaman hukuman kepada pelaku 2-4 tahun penjara,” pungkasnya.

Polda Jabar mengungkap kasus pengemplang pajak

Polda Jabar mengungkap kasus pengemplang pajak di Mapolda Jabar, Senin (18/11/2019)./Foto: Arief

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds