Pendapatan Mesin Parkir Keteteran, Dishub Tuding Kesadaran Masyarakat

Juru Parkir sedang memerhatikan mesin parkir otomatis di salah satu jalan kota Bandung.

Juru Parkir sedang memerhatikan mesin parkir otomatis di salah satu jalan kota Bandung.


POJOKJABAR,com, BANDUNG– Target pendapatan dari sektor parkir dipatok sebesar Rp 72 miliar membuat Dishub Kota Bandung keteteran.

“Target 72 milyar per tahun, tapi baru mencapai 8 miliar. Mesin (parkir) masih aktif semua, tapi target itu berat untuk kita,”kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, E.M Ricky Gustiadi di Balaikota Bandung, Sabtu (16/11).

Diakui Ricky, mesin parkir yang dulu dibangga-banggakan sebagai inovasi ternyata gagal dongkrak pendapatan daerah. Dia menuding kesadaran masyarakat untuk lakukan e-payment menjadi biang keladinya.

“Kedua, ada penempatan mesin parkir yang tidak efektif dan kosong, contohnya di Jalan Tamansari,”lanjutnya.

Tak hanya itu Ricky pun menilai instansi dibawah Dihsub yang berwenang mengelola urusan parkir bekerja tidak optimal sehingga dia memutuskan untuk merubah status UPT (Unit Pelaksana Teknis) menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah).

Terkait kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), disebut Ricky segera akan diperbaiki dengan diberikan pelatihan yang profesional, sekaligus pemberlakuan sanksi yang maksimal kepada pelanggar.

“Tentu saja nanti ada penegakan hukum, tahun depan nanti kalau ada yang parkir liar kita derek. 500rb untuk roda empat, dan 250rb untuk roda dua,”terangnya.

Selain itu, mulai tahun depan Pemkot Bandung melalui Dishub akan membangun gedung-gedung parkir yang tersebar di lima belas lokasi.

“Contoh di Tegalega, bisa kita bangun gedung parkir, yah, di lahan-lahan milik Pemkot saja. Insya Allah tercapai itu, 30-40 milyar tercapai itu,”tandasnya.

(son/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

10 Manfaat Menakjubkan Lemon Myrtle

Nama lemon myrtle mungkin agak terdengar asing di telinga kebanyakan orang. Padahal, kita semua pastinya telah sering menggunakan lemon dalam makanan.