Dishub Kota Bandung Akan Bangun Gedung Parkir

Seorang petugas parkir sedang menjelaskan kepada pengendara tentang tata cara pemakaian mesin parkir.

Seorang petugas parkir sedang menjelaskan kepada pengendara tentang tata cara pemakaian mesin parkir.


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung akan bangun gedung parkir di 15 titik. Pembangunan tersebut sebagai upaya mengejar target pendapatan dari retribusi parkir.

“Kami akan membuat gedung parkir untuk motor,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Kota Bandung, E.M Ricky Gustiadi, Jumat (15/11/19).

Kata dia, konsep pembangunan gedung parkir untuk motor dengan kapasitas 100-200 motor.

“Nanti, jika sudah terbangun gedung parkir, penertiban parkir liar bisa dilakukan lebih tegas. Dengan memberikan sanksi,” paparnya.

Ricky mengatakan, tahun ini pihaknya mendapat target retribusi parkir sebesar Rp72 miliar, namun hingga sekarang baru mencapai Rp8 milyar.

“Ya memang kami menemui kendala untuk mencapai target tersebut,” tegasnya.

Beberapa kendala tersebut adalah, kurang optimalnya keberadaan mesin parkir. Ricky mengakui, dari 225 titik mesin parkir yang disediakan, tidak semuanya efektif. Karena, tidak banyak yang parkir di daerah tersebut.

“Beberapa titik yang tidak efektif diantaranya, di Jalan Setiabudi, di kawasan Tamansari tepatnya di dekat Kampus Unisba dan beberapa titik lainnya,” tambahnya.

Karenanya, Ricky mengatakan, pihaknya akan merelokasi mesin parkir ke tempat yang lebih produktif. Dengan pemindahan tersebut diharapkan bisa menambah PAD. Selain itu, kata dia, pihaknya akan mengubah UPT Parkir menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Dengan demikian, bisa dikelola lebih maksimal. Sementara itu, untuk pembangunan gedung parkir, untuk sementara akan menggandeng pihak ke 3.

“Kita sudah menentukan 5 titik yang akan dibangun gedung parkir. Rencananya, pembangunannya akan dilakukan pihak ke tiga,” jelasnya.

Namun, jika terbukti menguntungkan, bukan tidak mungkin ke depannya pembangunan akan dilakukan dengan pendanaan APBD.

“Atau bisa di tempat yang ada lahan milik Pemkot-nya, atau kita bisa sewa,” pungkasnya.

(RBD/mur/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds