Anak Bupati Tersangka Penembakan Kontraktor, Apakah Polisi Berani Menahan?

ilustrasi penembakan

ilustrasi penembakan


POJOKJABAR.com, MAJALENGKA— Status Irfan Nur Alam di kasus penembakan kontraktor ditingkatkan jadi tersangka. Apakah polisi berani menahan anak kedua Bupati Majalengka Karna Sobahi ini?

Irfan menembak seorang kontraktor pada Minggu (10/11/2019) malam lalu dengan senjata api.

Penetapan Irfan sebagai tersangka dilakukan penyidik Sat Reskrim Polres Majalengka usai melakukan gelar perkara, Rabu (13/11) lalu.

Baca :

Pelaku Penembak Kontraktor Majalengka Disebut Anak Bupati Majalengka

Butuh waktu tiga hari bagi polisi menetapkan Irfan sebagai tersangka usai laporan yang dibuat korban sesaat setelah kejadian Minggu (10/11).

“IN sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangkanya sejak Rabu kemarin,” ungkap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Kamis (14/11/2019).

Penyidik menyatakan Irfan yang juga Kabag Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Majalengka, terbukti bersalah dalam insiden yang dilakukannya di Ruko Hana Sakura di Jalan Raya Cigasong, Kabupaten Majalengka.

Polisi menjerat Irfan dengan dua pasal yakni Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan Juncto Undang-undang nomor 12 Tahun 1951 tentang penyalahgunaan senjata api.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Irfan sendiri masih bebas. Penyidik baru akan menentukan apakah Irfan ditahan atau tidak setelah proses pemeriksaan Irfan sebagai tersangka.

Rencananya, hari ini, Irfan akan diperiksa sebagai tersangka.

“IN sudah ditetapkan tersangka hari Rabu setelah gelar perkara. Lalu dilayangkan surat pemanggilan sebagai tersangka. Sudah dilakukan untuk hari Jumat menghadap ke penyidik,” katanya.

Saat disinggung soal penahanan dilakukan setelah proses pemeriksaan, Truno mengatakan hal itu tergantung dari hasil proses pemeriksaan.

“Nanti kita lihat Jumat ditahan atau enggak lihat penyidik bagaimana,” tuturnya.

 

(ral/int/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds