Warga Cileunyi Bandung Tolak Pembayaran Ganti Rugi Tol, Ini Sebabnya

Lokasi terdampak pembangunan Tol Cisumdawu di Bandung./Foto: Arief

Lokasi terdampak pembangunan Tol Cisumdawu di Bandung./Foto: Arief

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Sejumlah warga di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, menolak ganti rugi pembebasan lahan Tol Cisumdawu.

Salah satunya, Ayi, warga Cileunyi ini menolak adanya pergantian uang karena terkena proyek Tol Cisumdawu.

Dirinya menjelaskan, bahwa harga taksiran dari pihak PPK Lahan Tol Cisumdawu melanggar Perbup Bandung.

“Saya menolak karena harga yang diajukan itu bertentangan dengan aturan Perbup Bandung yang mengatur ganti rugi lahan yang terkena proyek tol harus sesuai prinsip keadilan,” jelasnya, Jumat (8/11).

Dirinya mengakui jika perihal sanggahan dari masyarakat ke PPK Lahan selama 14 hari, ditempuh dengan menolak harga yang ditawarkan.

Lokasi terdampak pembangunan Tol Cisumdawu di Bandung

Lokasi terdampak pembangunan Tol Cisumdawu di Bandung./Foto: Arief

 

“Karena saya menolak akhirnya di pengadilan menunggu putusan, dan saat ini proses persidangan masih berjalan,” paparnya.

Tampak di lokasi yang saat ini masih disidangkan memang ada 37 lahan yang dibawa ke pengadilan.

“Ada 37 lahan didekat lokasi saya. Semuanya di pengadilan. Namun tinggal lahan saya seluas 134 meter yang masih berproses,” ujarnya.

Dari pengajuan pihak aprasial, luas tanah 134 meter hanya dihargai per meter Rp1,3 juta.

Lokasi terdampak pembangunan Tol Cisumdawu di Bandung

Lokasi terdampak pembangunan Tol Cisumdawu di Bandung./Foto: Arief

 

“Luas lahan 134 hanya senilai Rp2,3 M. Sementara bank aja menaksir Rp2,65 M ‘kan aneh. Bangunan rumah saya gimana masa tidak dihargai, jadi prinsip saya kenapa bangunannya ga ada harga,” jelasnya.

Dirinya menegaskan jika taksiran harga dari pihak PPK Lahan dan Tim appraisal itu disamaratakan.

“Harganya Rp1,3 juta sudah termasuk bangunan dan tanah,” paparnya.

Proses persidangan, saat ini masih mendengar saksi.

“Selasa besok baru saksi dari pihak PPK Lahan, saya akan bertahan dengan harga yang sesuai taksiran normal,” jelasnya.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds