BBKSDA Jabar Ungkap Perambahan Hutan di Kawasan Cagar Alam-TWA Ini

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut Dodi Arisandi./Foto: Rmol

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut Dodi Arisandi./Foto: Rmol

POJOKJABAR.com, BANDUNG–┬áKepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar, Dodi Arisandi.

Perambahan hutan di kawasan Cagar Alam (CA) dan Taman Wisata Alam (TWA) di kawasan Gunung Papandayan dan Kamojang mencapai 450 hektare.

Menurutnya, kawasan konservasi yang dilindungi berdasarkan Undang-undang itu kebanyakan dirusak untuk kemudian dijadikan sejumlah oknum untuk lahan bertani.

“Dampak dari pada peramabahan, hutan kita akan rusak dan bisa menimbulkan bahaya besar, sumber mata air hilang,” katanya, Jumat (8/11).

Pihaknya berharap, para oknum yang masih memanfaatkan kawasan konservasi sebagai lahan untuk kegiatan berkebun, maka yang bersangkutan harus segera meninggalkannya.

Dodi mengatakan, seiring dengan upaya pemetaan kawasan konservasi yang dijadikan lahan perkebunan, BKSDA akan memberikan waktu bagi mereka untuk meninggalkan kawasan konservasi yang dipakai untuk bercocok tanam.

“Selama satu bulan kedepan kita akan beri sosialisasi, jika tetap membandel maka akan ada langkah hukum,” tegasnya.

Menurutnya, jika mau menggarap lahan untuk pertanian seperti sayuran, buah-buahan dan lainnya, warga bisa masuk ke Perhutanan Sosial di bawah Perum Perhutani.

Kawasan konservasi CA tidak bisa digunakan untuk lahan pertanian apalagi pemukiman, adapun TWA hanya diperbolehkan dalam memanfaatkan potensi kawasan. Itupun tanpa mengurangi atau mengubah fungsi kawasannya.

(yud/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds