Kronologis Remaja Pencari Kerang Terseret Ombak di Pangandaran

Tim SAR lakukan pencarian remaja terseret ombak di Pantai Keusik Luhur, Pangandaran, Selasa (5/11/2019)./Foto: Istimewa

Tim SAR lakukan pencarian remaja terseret ombak di Pantai Keusik Luhur, Pangandaran, Selasa (5/11/2019)./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, PANGANDARAN– Basarnas Kantor SAR Bandung melakukan proses pencarian terhadap dua orang warga yang terseret ombak di Pantai Keusik Luhur, Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran.

Berdasarkan info yang diterima Pojokjabar.com, satu orang telah berhasil diselamatkan, dan satu lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Bandung, Rudi mengatakan bahwa saat ini tim SAR terus mencari satu korban yang belum ditemukan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Pojokjabar.com, pukul 15.30 WIB kedua korban berangkat mencari kerang di pinggir pantai.

Namun, nahas ombak tidak bersahabat. Keduanya terseret ombak ke tengah pantai.

Basarnas Kantor SAR Bandung

Tim SAR lakukan pencarian remaja terseret ombak di Pantai Keusik Luhur, Pangandaran, Selasa (5/11/2019)./Foto: Istimewa

 

Korban bernama Karsim (15) berhasil menyelamatkan diri, dan dibawa ke rumah warga sekitar.

Sedangkan korban bernama Indra (15), hilang terseret ombak, dan semakin jauh dari pinggir pantai.

“Tim SAR Gabungan memulai pencarian korban A.N Indra (15) hari ini, ” jelasnya.

Proses pencarian dibagi dengan menjadi 3 SRU (Search and Rescue Unit).

Basarnas Kantor SAR Bandung

Tim SAR lakukan pencarian remaja terseret ombak di Pantai Keusik Luhur, Pangandaran, Selasa (5/11/2019)./Foto: Istimewa

 

“SRU 1 Melakukan Penyisiran di sekitar lokasi kejadian, SRU 2 : Melakukan Penyisiran Darat dari lokasi kejadian menuju ke arah timur sampai Muara Gatak sejauh 2 Km dan SRU 3 melakukan penyisiran darat dari lokasi kejadian ke arah barat sampai Muara Cimanuk sejauh 2.4 KM. Adapun metode pencarian yang dilakukan yaitu dengan penyisiran pantai,” terangnya.

Untuk cuaca di lokasi cerah dengan gelombang 2.5 meter dan kecepatan angin 9.27 knots.

“Adapun unsur SAR yang berada di lapangan yaitu Polairud Pangandaran dan Tagana Pangandaran dengan alat yang digunakan satu unit rescue car, satu unit LCR dan mopel, satu set peralatan komunikasi dan satu set peralatan medis,” paparnya.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds