UPT Kebersihan Bandung Barat Kewalahan Tangani Sampah Liar

Sampah liar menumpuk di pinggiran Jalan Raya Tangkuban Parahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (31/10/19).

Sampah liar menumpuk di pinggiran Jalan Raya Tangkuban Parahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (31/10/19).


POJOKJABAR.com, PADALARANG – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Kabupaten Bandung Barat masih kawalahan menangani keberadaan sampah liar yang sudah menjadi persoalan serius di Kabupaten Bandung Barat.

Kepala UPT Kebersihan Kabupaten Bandung Barat Rudi Huntadi mengakui, banyaknya titik sampah liar, membuat pengangkutan belum dapat dilakukan seluruhnya mengingat keterbatasaan armada pengangkut sampah.

“Untuk titik sampah liar cukup banyak, tak sebanding dengan jumlah armada yang kami miliki. Baru sebagian yang rutin kita angkut,” kata Rudi di Padalarang.

Ia mengungkapkan, pengangkutan sampah liar yang sudah terjadwalkan antara lain untuk wilayah selatan di Kecamatan Cihampelas seperti Desa Pataruman dan daerah BBS.

Titik sampah liar di wilayah utara seperti Kampung Cibogo, sekitar Grand Paradise, Alun-alun Lembang dan jalur Kolonel Masturi sekitar Curug Cimahi.

“Kalau untuk di wilayah utara itu sudah terjadwalkan. Bahkan untuk Alun-alun Lembang tiap hari diangkut,” ujarnya.

Selain itu, untuk jalur Cikalongwetan, pengangkutan sampah liar dilakukan dua kali dalam seminggu. Sementara untuk Jalur Rajamandala dilakukan seminggu sekali.

Sementara itu, produksi sampah Kabupaten Bandung Barat yang terangkut dan dibuang ke TPA Sarimukti sekitar 146,49 ton per hari atau 22, 62 persen dari total produksi 654,80 ton per hari.

(RBD/bie/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds