Peringati Sumpah Pemuda: Ingat Isi Teks Sumpah Pemuda

ilustrasi

ilustrasi


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Pada setiap momen Hari Sumpah Pemuda tentu semua ingat seperti apa point-point atau isi Sumpah Pemuda itu sendiri.

Ada baiknya isi Sumpah Pemuda kembali diingat bersama dan dipraktekkan dalam kehidupan keseharian.

Berikut ini isi Sumpah Pemuda, yaitu:

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Baca: Sumpah Pemuda, Pentingnya Pemuda Indonesia Tahu Sejarahnya

 

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, sejarah Bangsa Indonesia menunjukkan bahwa peran pemuda penting bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam sejarah pembentukan Republik Indonesia dan perjuangan merebut kemerdekaan.

Pemuda menjadi tonggak bangsa, sekaligus bibit atau calon pemimpin bangsa pada masa mendatang.

Seperti saat para pemuda “menculik” Soekarno Hatta ke Peristiwa Rengasdengklok untuk merumuskan mengenai proklamasi kemerdekaan.

Demikian juga jauh para pemuda menjadi pelopor pendirian berbagai organisasi massa, seperti Sejarah Budi Utomo dan organisasi pemuda lainnya demi memperjuangkan kemerdekaan.
Dilansir dari laman website sejarahlengkap.com, berikut ini penjelasan terkait Sumpah Pemuda.

Pembentukan Organisasi Pemuda

Sejarah peristiwa sumpah pemuda diawali dari pembentukan tujuan organisasi Budi Utomo yang menginspirasi banyak pemuda lain untuk turut bangkit dan melakukan sesuatu bagi Indonesia.

Sekitar tujuh tahun setelah sejarah berdirinya Budi Utomo, para pemuda mulai menunjukkan kebangkitan pergerakan walaupun masih sebatas kegiatan yang berlangsung di daerah dalam suasana kesukuan.

Seorang pemuda bernama Satiman dengan semangatnya yang berkobar menjadi motor bagi pergerakan para pemuda.

Wadah awal perhimpunan pemuda adalah organisasi bernama Tri Koro Dharmo yang menjadi perkumpulan para pelajar yang berdiri pada 7 Maret 1915.

Anggotanya berasal dari penjaringan para pelajar tanah air dari seluruh perguruan dan sekolah – sekolah di Pulau Jawa dan Madura.

Secara bahasa Tri Koro Dharmo berarti Tiga Tujuan Mulia yaitu Sakti, Bukti dan Bakti yang menginginkan adanya perubahan dari cara pandang para pemuda akan situasi dan kondisi yang terjadi di Indonesia.

Berdasarkan desakan yang akan membuat keanggotaan Tri Koro Dharmo diperluas, maka nama perkumpulan diubah menjadi Jong Java sehingga seluruh pelajar yang berasal dari Jawa, Bali, Madura dan Lombok bisa bergabung.

Sejak itu berbagai kongres diadakan untuk menyebarkan ke berbagai kalangan akan pentingnya peran para pemuda, dan menyasar pemberantasan buta huruf agar para pemuda lebih bisa melihat dunia luar dengan bebas.

Sebelum Tri Koro Dharmo, dalam sejarah peristiwa sumpah pemuda sebenarnya sudah ada perkumpulan mahasiswa bernama Perhimpunan Indonesia, yang dibentuk pada 1908.

Tetapi organisasi ini hanya sebatas perkumpulan mahasiswa yang sedang belajar di Belanda dan belum berperan aktif di Indonesia.

Hal ini kemudian berubah seiring dengan masuknya beberapa tokoh ke dalam Perhimpunan Indonesia seperti Tjipto Mangunkusumo dan Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara) pada 1913. Kelak juga muncul nama seperti Sutan Sjahrir dan Mohammad Hatta yang berasal dari Perhimpunan Indonesia.
Setelah mereka kembali ke Indonesia, barulah mereka mulai berhimpun lagi dan melakukan pergerakan demi kemerdekaan Indonesia, karena mereka mulai menyadari adanya tujuan bersama dan mengurangi perpecahan yang diakibatkan oleh perbedaan aneka suku bangsa dan agama. Setelah Jong Java, muncul berbagai organisasi pemuda lainnya seperti Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamiten Bond, Pemuda Kaum Betawi, Pemuda Pelajar – Pelajar Indonesia (PPPI) dan lainnya.

(mar/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

ilustrasi-miras

MPR RI Blak-blakan Soal Perpes Miras

Jadi, demi melindungi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana perintah konstitusi, dan untuk kemaslahatan terbesar bagi rakyat dan NKRI, juga sesuai dengan …