Proyek KCIC di Wilayah Kota Cimahi Rugikan Banyak Pihak

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api saat kebakaran pipa minyak milik PT. Pertamina di Melong, Kota Cimahi, Selasa, (22/10/19).

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api saat kebakaran pipa minyak milik PT. Pertamina di Melong, Kota Cimahi, Selasa, (22/10/19).


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Pengerjaan Proyek Kereta Api Cepat Indonesia Cina (KCIC) di wilayah Kota Cimahi merugikan banyak pihak. Selain membocorkan pipa bahan bakar minyak milik PT. Pertamina, dalam peristiwa kebakaran tersebut, salah seorang pekerja asingnya tewas.

Tak sampai disitu, kerugianpun dialami sejumlah petani yang memiliki sawah tidak jauh dari lokasi kejadian. Ratusan tumbak sawah kini tercemar oleh bahan bakar minyak. Dengan begitu otomatis panen padi kali ini diprediksi bakal mengalami kegagalan.

“Sekitar 100 tumbak sawah milik saya tercemar solar,” ucap Saripudin (50), salah seorang warga, Rabu (23/10). Dia mengaku, sawahnya baru ditanami padi sekitar tiga minggu lalu. Akibat tercemar minyak, Saripudin memastikan tanamannya mati.

“Jelas rugi, saya akan meminta ganti rugi,” katanya.

Kerugian materi juga harus dialami Jajang (46), lantaran mobil jenis Daihatsu Zebra Espass dengan nomor polisi D 1323 NF rusak berat. Body mobil miliknya terbakar saat diparkirkan di sekitar lokasi kejadian.

“Yang rusak pada bagian belakang dan samping body mobil karena tersembur api. Sekarang tidak dipakai lagi,” kata Jajang.

Menurut dia, posisi mobil berwarna hijau tua itu diparkir sekitar 100 meter dari titik pusat api. Warga sempat kesulitan mengevakuasi kendaraan tersebut, sebab pemiliknya tidak berada di lokasi saat kejadian.

“Waktu itu saya lagi kerja, mobil terpaksa dipindahin sama warga. Saya minta ganti rugi, dulu saya beli mobil itu seharga Rp30 juta,” tuturnya.

Sementara itu, pengurus RW setempat menyebutkan, hasil pendataan kerugian akibat kebakaran pipa Pertamina di antaranya tercemarnya sawah seluas 100 tumbak atau 1.400 meter persegi, 1 unit mobil dan 3 toren warga rusak.

“Kemarin ibu Miranti, perwakilan dari PT. CREC sudah bilang kepada pengurus RW didata saja kerugian yang dialami warga, nanti datanya diserahkan,” ujar Cecep Irfan, pengurus RW 01.

Berdasarkan pantauan, sejumlah mobil pemadam milik Pertamina masih berjaga di lokasi terbakarnya pipa BBM untuk mencegah percikan sisa minyak yang bisa memicu kebakaran susulan.

(RBD/gat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds