Manajer Persib Beri Bantuan untuk Pondok Pesantren

Umuh Muhtar saat melihat pondok pesantren yang kebakaran, sambil menyerahkan bantuan untuk pesantren yang terbakar.

Umuh Muhtar saat melihat pondok pesantren yang kebakaran, sambil menyerahkan bantuan untuk pesantren yang terbakar.

POJOKJABAR.com, SUMEDANG, – Pasca terjadinya peristiwa kebakaran tiga ruang asrama Pondok Pesantren (Ponpes) Al hikamussalafiyyah di desa Sukamantri,Kecamatan Tanjungkerta Kab. Sumedamg Jawa Barat yang terjadi pada Senin pekan lalu, mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak.

Apresiasi bantuan dari berbagai pihak seperti, Instansi pemerintahan, Ormas dan  sejumlah komunitas motor hingga donatur pribadi masih berdatangan.

Salahsatunya, Manager Persib Bandung, H. Umuh Muchtar turut memberikan bantuan berupa uang kepada Ponpes yang terkena musibah kebakaran tersebut.

Bantuan diberikan langsung kepada pimpinan ponpes KH M Aliyudin.

Manajer Persib Ummuh Muhtar, mengatakan bahwa sudah seharusnya membantu sesama yang sedang terkena musibah.

“Alhamdulillah masih bisa memberikan bantuan meski tidak seberapa besarnya, namun saya berharap bisa memberikan bantuan selanjutnya secara bertahap,” jelas Ummuh Muhtar kepada wartawan, senin (21/10).

Menurut Umuh, pihak pesantren dipastikan akan kembali membangun asrama tersebut menjadi tiga lantai.

“Apa yang  telah diwacanakan pihak pesantren pasca terjadinya musibah kebakaran, yakni akan membangun kembali asrama santri segera terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Alhikamussalafiyyah, KH. M. Aliyudin mengapresiasi positif atas bantuan berupa uang yang telah diberikan oleh Manager Persib itu.

“Terimakasih Pak Umuh, semoga amal kebaikan berupa sodaqoh jariah untuk pembangunan asrama santri ini mendapat balasan dari Alloh SWT. Dan kami mohon dukungan dan do’a dari semua pihak agar wacana pembangunan kembali asrama santri dapat segera terwujud,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, salahasatu Pengurus Ponpes Alhikamussalafiyyah, KH. Jujun Juhanda menyebutkan, tidak ada korban jiwa atas peristiwa kebakaran asrama santri itu, namun pihak Ponpes dan santri mengalami kerugian materi sekitar Rp 600 juta terdiri dari tiga ruang asrama dan barang barang milik santri.

“Hingga hari ini, jumlah uang yang terkumpul sekitar Rp 500 juta dan rencananya kami akan membangun kembali asrama santri menjadi tiga lantai dengan anggaran diperkirakan mencapai Rp 1,3 miliar,”

“Seperti diketahui sebelumnya tiga kobong putra di pesantren tersebut hangus dilalap api pada senin 14/10/2019 lalu, pada saat para santri sedang mengaji di masjid. Api yang diduga dari konsleting listrik tersebut diketahui langsung membesar dan menghabiskan seluruh perlatan santri yang ada di dalam kobong”,ujarnya.(Rif/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds