Pasca Viral, Ini Pengakuan Pelaku Tabrak Lari Lansia di Cihampelas KBB

Pelaku HR digelandang aparat Polres Cimahi./Foto: Rmol

Pelaku HR digelandang aparat Polres Cimahi./Foto: Rmol

POJOKJABAR.com, CIMAHI–┬áPelaku tabrak lari yang menewaskan seorang lansia, Enang Umar (78) di Jalan Raya Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, berhasil diamankan┬áJajaran Kepolisian Resort (Polres) Cimahi pada Senin (14/10/2019) dini hari.

Kasus yang terekam kamera pengawas (CCTV) ini menjadi viral di media sosial (medsos), pasalnya banyak orang beranggapan bahwa pelaku HR menabrak seorang kakek dan membuangnya di pinggir jalan.

Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara membantah asumsi sebagian masyarakat di Medsos tersebut. Menurutnya, kasus tabrak lari ini murni karena kecelakaan dan bukan pembunuhan seperti yang disampaikan orang-orang di medsos.

“Setelah Tim Khusus Polres Cimahi melihat dari CCTV serta melakukan pendalaman, itu murni tabrak lari. Tidak ada indikasi pembunuhan. Apalagi antara korban dengan pelaku ini tidak saling mengenal,” ucap Rusdy saat ditemui di Mapolres Cimahi, Kamis (17/10).

Meski begitu, Polres Cimahi tetap akan melakukan pendalaman terkait adanya indikasi lain. Seperti akan melakukan tes urine terhadap pelaku untuk mengungkap dugaan apakah pelaku menggunakan narkoba saat mengemudikan mobilnya.

“Kasus ini terjadi karena pelaku ini lalai saat menjalankan kendaraannya,” bebernya.

Diterangkan Rusdy, pelaku HR menyadari telah melakukan kesalahan menabrak seorang kakek saat perjalanan pulang menuju rumahnya di Cipatik. Pasca kejadian yang viral tersebut, pelaku sempat mendatangi kediaman keluarga korban untuk mengklarifikasi serta meminta maaf.

“Setelah ada itikad baik dari pelaku dan keluarga pelaku yang mendatangi keluarga korban terungkap lah kasus ini. Kemudian kami dihubungi keluarga korban, setelah itu polisi mendatangi (rumah korban) untuk menangkap pelaku,” paparnya.

Pelaku tabrak lari, HR mengakui, dirinya tidak berniat melarikan diri setelah menabrak korban. Bahkan, dirinya sempat keluar dari kendaraannya akan tetapi melihat kondisi di TKP sangat sepi, dirinya pun mengurungkan niatnya untuk menolong korban.

“Saya itu sempat mau menolong dan mencari pertolongan, tapi karena enggak ada orang, jadi saya makin panik. Saya enggak bisa ngapa-ngapain setelah nabrak itu, saya juga belum tahu kalau kejadian ini sampai sebabkan korban meninggal,” ungkapnya.

HR menegaskan, pada saat kejadian, meski pun baru pulang bekerja lembur, kondisi fisik dan pikirannya masih dalam kondisi sehat dan segar.

“Jadi, waktu kejadian itu, tiba-tiba saya nabrak orang yang berjalan dari sebelah kiri. Itu saya sedang enggak ngantuk, sehat dan normal,” terangnya.

Atas perbuatannya, pelaku HR dijerat pasal 310 ayat 4 juncto 312 UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman 6 tahun penjara.

(yud/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds