3 Juta Cleaning Service Se-Indonesia Minta Jokowi Batalkan Kenaikan Iuran BPJS

Cleaning service se-Indonesia saat Munas APKLINDO ke-7 di Hotel Jayakarta, Kamis (17/10/2019) tolak kenaikan iuran BPJS./Foto: Arief

Cleaning service se-Indonesia saat Munas APKLINDO ke-7 di Hotel Jayakarta, Kamis (17/10/2019) tolak kenaikan iuran BPJS./Foto: Arief

POJOKJAB.com, BANDUNG– Rencana kenaikan iuran BPJS ditolak oleh sejumlah pihak.

Kali ini penolakan datang dari elemen APKLINDO (Asosiasi Pengusaha Cleaning Service-Indonesia) yang meminta pembatalan Iuran BPJS.

Ketua APKLINDO, Mamat Sidik mengatakan bahwa 3 juta cleaning service se Indonesia ini, akan terkena dampak jika Iuran BPJS Naik.

“Jadi, ada 3 juta cleaning service se-Indonesia, bayangkan jika sebulan ada 1,2 T dengan rata-rata gaji 4 juta, itu belum bisa menutup jika iuran BPJS Naik,” jelasnya, saat Munas APKLINDO ke 7 di Hotel Jayakarta, Kamis (17/10).

Dirinya menambahkan, jika kenaikan ini terjadi, maka siasat dari perusahaan cleaning service, yakni dengan melakukan subsidi silang.

“Karena tidak mungkin kita melakukan pemangkasan, bahkan pengurangan gaji karyawan,” paparnya.

Aspirasi ini sendiri, diharapkan sampai ke Presiden Jokowi.

“Kami berharap Iuran BPJS bisa ditunda,” jelasnya.

Ketua Kadin Jabar, Tatan mengatakan sangat mengapresiasi usulan APKLINDO ini.

“APKLINDO ini merupakan asosiasi yang ada di Kadin. Dan kami akan mengusahakan apa yang menjadi aspirasi teman-teman APKLINDO,” paparnya.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds