Warga Ini Ungkap Korban Perdagangan Manusia di Suriah

Korban perdagangan manusia (ilustrasi).

Korban perdagangan manusia (ilustrasi).

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Seorang warga Jawa Barat, Ria Febrianti, mengungkap kasus perdagangan manusia asal wilayah Cikancung, Bandung.

“Bibi aku juga di Suriah, saya dah lapor BNP2TKI dan Kemlu,” ungkapnya.

Kasusnya sama, katanya, dijanjikan kerja di Arab Saudi.

Baca: Begini Cara Agen Penyalur di Irak Jual Korban Perdagangan Manusia

 

“Karena memang bibi saya eks 2 kali ke sana. Katanya bulan maret mau pulang habis kontrak 3 tahun, tapi takut ga bisa pulang,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, terduga agen penyalur tenaga kerja tidak resmi di Irak rupanya memiliki strategi ‘penjualan’ tenaga kerja tersendiri agar para pekerjanya laku di mata ‘pembeli’ alias majikan.

Menurut salah satu korban dari Kabupaten Karawang, Septi, saat akan berangkat bersama Rustia, pada saat proses berangkat menjadi pekerja ilegal, harus memiliki penyalur di Indonesia (sponsor, red).

“Akan tetapi dia tidak tahu menahu hal seperti ini, karena Rustia dibawa langsung oleh pelaku ”R” dan perdangangan di negara Irak ini tidak melalu sosial media,” aku gadis cantik berhijab ini.

Cara memperdagangkan para pekerja ilegal itu, katanya, melalui nomor telepon penyalur di Irak yang terpampang di sebuah gapura.

“Jadi kayak ada gapura gitu, nah di situ ada nomor telepon yang bisa dihubungi,” jelasnya.

Calon pembeli yang kelak jadi majikan para korban, merespon ketika ada yang menghubungi penyalur kerja tersebut.

“Saat calon majikan kami menghubungi, barulah ditawari, mau pekerja dari negara mana, Indonesia, atau sebagainya?,” katanya.

Jika calon majikan tidak mau repot, biasanya akan langsung minta dikirim saja. Setelah pekerja dikirim ke lokasi, maka pekerja itu akan menjalani masa ujicoba sesuai keinginan majikannya.

“Kalau ternyata nggak cocok, bakal dibalikin ke kantor,” katanya.

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds