Kronologis Warga Bandung Jadi Korban Perdagangan Manusia di Suriah

Ria Febrianti, salah satu keluarga korban perdagangan manusia ke Suriah./Foto: Istimewa

Ria Febrianti, salah satu keluarga korban perdagangan manusia ke Suriah./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Ria Febrianti, salah satu warga, mengungkap kasus angggota keluarganya yang menjadi korban perdagangan manusia di Suriah.

Menurut Ria, kasus itu berawal sejak tahun 2016 lalu saat salah satu anggota keluarganya (bibinya, red) ditawari kerja ke Timur Tengah.

“Entah Dubai kalo gak salah. Setelah berangkat, tiba-tiba bibi saya bilang ada di Suriah,” jelasnya kepada Pojokjabar.com, Senin (14/10/2019).

Baca: Warga Ini Ungkap Korban Perdagangan Manusia di Suriah

 

Pihak keluarga, kata Ria, mengaku kaget karena sebelumnya dijanjikan bekerja di Arab.

“Kami sekeluarga percaya karena sebelumnya bibi saya memang eks Arab sudah 2 kali,” tambahnya.

Korban perdagangan manusia

Korban perdagangan manusia (ilustrasi).

 

Sayangnya, katanya, pihak sponsor hingga saat ini tidak bertanggung jawab.

“Yang lapor sana sini cuma pihak keluarga,” katanya.

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, seorang warga Jawa Barat, Ria Febrianti, mengungkap kasus perdagangan manusia asal wilayah Cikancung, Bandung.

“Bibi aku juga di Suriah, saya dah lapor BNP2TKI dan Kemlu,” ungkapnya.

Kasusnya sama, katanya, dijanjikan kerja di Arab Saudi.

Baca: Begini Cara Agen Penyalur di Irak Jual Korban Perdagangan Manusia

“Karena memang bibi saya eks 2 kali ke sana. Katanya bulan maret mau pulang habis kontrak 3 tahun, tapi takut ga bisa pulang,” jelasnya.

 (mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds