Wasekjen: PAN di Luar Pemerintahan Jokowi

Siswi SMA yang melukis Prabowo-Jokowi di Pedestrian Kebun Raya Bogor (KRB) (adi)

Siswi SMA yang melukis Prabowo-Jokowi di Pedestrian Kebun Raya Bogor (KRB) (adi)


POJOKJABAR.com, BANDUNG— Wasekjen PAN Saleh P Daulay mengaku PAN akan berada di luar pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. PAN tak masalah jika Gerindra dan Demokrat masuk lingkaran Istana.

Disinggung soal sikap partai, ia menyebut PAN akan berada di luar pemerintah.

“Itu bukan berarti PAN akan menjadi oposisi yang selalu bersebelahan dengan pemerintah. Jika program pemerintah sesuai aspirasi rakyat, PAN akan mendukung,” tegas Saleh Daulay, Sabtu (12/10).

“Tidak perlu pakai istilah oposisi. Kita lebih baik menjadi kekuatan penyeimbang. Itu sangat penting di dalam sistem demokrasi yang kita anut saat ini,” demikian Saleh Daulay.

Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memicu kemungkinan Gerindra dan Demokrat masuk ke dalam koalisi pemerintah.

Merespons hal itu, Saleh Daulay mengaku tak masalah jika dua parpol tersebut masuk ke lingkaran Istana. Menurutnya, hal itu menjadi hak masing-masing partai politik.

“Andaikata Gerindra dan Demokrat pada akhirnya bergabung bersama pemerintah, itu adalah hak mereka. Kita tidak bisa mendikte atau memberikan penilaian,” kata Saleh Daulay, Sabtu (12/10).

Kebebasan parpol untuk memilih jalan politiknya makin bebas mengingat koalisi partai pengusung Prabowo di Pilpres 2019 sudah bubar.

Koalisi pendukung Prabowo, sudah sepakat untuk memilih dan mengambil jalannya masing-masing.

Soal kemungkinan Gerindra bergabung, jelasnya, ia menyerahkan kepada publik untuk menilainya.

“Yang berhak menilai masyarakat, mana yang sungguh-sungguh berjuang untuk membawa perubahan, mana yang hanya ingin mengejar target dan capaian politik praktis semata,” tekannya.

 

(ral/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds