Ridwan Kamil Harus Tahu, Sungai Cilamaya Bikin Rakyat Kesusahan Saat Musim Kemarau

Pencemaran Sungai Cilamaya./Foto; Ega

Pencemaran Sungai Cilamaya./Foto; Ega

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Pegiat lingkungan dari wilayah Purwakarta, Abay Cakra Buana, menyayangkan lambannya pemerintah dalam menangani masalah pencemaran Sungai Cilamaya.

“Kalau kita lihat di hulu sungai, setelah memasuki Desa Ciparung Cibatu hingga ke hilir, mulai terlihat air Sungai Cilamaya mulai berubah, diduga akibat adanya aktifitas pabrik yang membuang limbahnya ke Cilamaya,” ujar Abay Cakra Buana, dari Gerakan Masyarakat Sunda (Gema Sunda) yang peduli terhadap lingkungan.

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, para pegiat lingkungan hidup di tiga kabupaten mulai pesimis terhadap kinerja gubernur Jabar.

Pasalnya, hingga saat ini kepedulian orang nomor satu di Jawa Barat masih belum peduli terhadap pencemaran Sungai Cilamaya.

Kondisi Sungai Cilamaya di hulunya jernih.

sungai cilamaya

Kondisi air sungai cilamaya di hilir yang memprihatinkan, tampak air sungai berwarna hitam dan juga berbau. Diduga air sungar tercemar akibat limbah pabrik yang dibuang ke sungai.

 

Namun, saat sampai hilir berubah warna menjadi hitam pekat dan berbau menyengat.

Diduga akibat limbah-limbah pabrik industri yang membuang limbahnya ke Sungai Cilamaya.

Dampaknya, saat musim kemarau seperti ini, masyarakat membutuhkan air bersih.

Salah satu sumber air yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah aliran air dari Sungai Cilamaya.

Kondisi aliran Sungai Cilamaya Karawang2

Kondisi aliran Sungai Cilamaya Karawang./Foto: Ega

 

Namun, masyarakat merasa resah dan takut saat akan membuat sumur serapan di pinggir Sungai Cilamaya, karena takut airnya mengandung racun B3.

“Warna airnya hitam, bau, masyarakat banyak yang merasa takut untuk mengkonsumsi air serapan dari Cilamaya, karena takut airnya beracun. Kalaupun ada yang memaksakan membuat sumur serapan di pinggir Cilamaya. Biasanya hanya digunakan untuk mencuci saja,” ujar Dian Nugraha, salah seorang penggiat lingkungan hidup di wilayah Karawang.

Dian juga menyampaikan, dirinya merasa prihatin dengan kondisi Sungai Cilamaya karena sudah berlangsung bertahun-tahun hanya dibiarkan saja.

Kalaupun ada hanya sebatas meninjau lokasi seremonial belaka, tanpa ada jalan keluar yang diharapkan masyarakat.

“Kami berharap kepada Gubernur Jabar yang baru, tapi nyatanya sampai saat ini belum peduli terhadap masalah pencemaran lingkungan Sungai Cilamaya,” tambah Dian, pegiat lingkungan hidup yang peduli dengan Sungai Cilamaya, mulai apatis kepada pemerintah provinsi.

Pencemaran Sungai Cilamaya

Pencemaran Sungai Cilamaya./Foto: Ega

(Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

buku nikah

Tahun 2020, Nikah Makin Sulit

Mulai tahun 2020, calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan pernikahan nampaknya tidak akan semudah membalikan telapak tangan,