Ridwan Kamil Diminta Hentikan Pencitraan, Masyarakat Butuh Ketegasan Gubernur Jabar

Kondisi air sungai cilamaya di hilir yang memprihatinkan, tampak air sungai berwarna hitam dan juga berbau. Diduga air sungar tercemar akibat limbah pabrik yang dibuang ke sungai.

Kondisi air sungai cilamaya di hilir yang memprihatinkan, tampak air sungai berwarna hitam dan juga berbau. Diduga air sungar tercemar akibat limbah pabrik yang dibuang ke sungai.


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Beberapa bulan ke belakang, unsur Musyawarah Pimpinan Daerah dua Kabupaten mulai saling serang dengan berbalas pernyataan. Hal ini akibat tidak tegasnya Gubernur Jawa Barat dalam menangani masalah pencemaran sungai Cilamaya.

Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari atau biasa di panggil kang Jimmy, waktu itu ramai diperbincangkan karena pernyataan Jimmy dalam video yang beredar dimasyarakat dan jagat maya, seolah-olah menyalahkan bagian hulu sungai cilamaya (purwakarta) karena adanya pabrik-pabrik di hulu diduga membuang limbah ke sungai cilamaya.

Pernyataan Jimmy bak gayung bersambut, dibalas oleh ketua dprd purwakarta, Syarif Hidayat, yang merasa tersinggung dengan pernyataan Jimmy. Yang seharusnya duduk bersama untuk mencari solusi, bukan saling menyalahkan.

Saat para unsur muspida dari dua kabupaten saling serang pernyataan sudah mereda, kini muncul kembali pernyataan-pernyataan warga masyarakat karawang di group facebook Karawang Info (Karin), yang seolah-olah kembali menyalahkan bupati purwakarta terkait dengan masalah pencemaran sungai cilamaya.

Tentu saja, para birokrasi di 3 Kabupaten (Purwakarta, Subang dan Karawang) yang dilalui sungai cilamaya, tidak bisa mengambil kebijakan secara sendiri-sendiri. Yang berhak menentukan kebijakan secara tegas dari Provinsi Jabar, namun hingga saat ini reaksi provinsi jabar terhadap sungai cilamaya terkesan sangat lamban.

Menurut anggota DPRD Provinsi Jabar dari partai Gerindra, Gubernur (Ridwan Kamil) sudah saatnya bekerja untuk rakyat turun ke bawah. Jangan hanya melakukan pencitraan saja.

“Kita sangat prihatin dengan kondisi sungai cilamaya yang berwarna hitam dan bau menyengat, saya mengutuk keras terhadap industri-industri (pabrik) yang membuang limbahnya ke sungai cilamaya,” ujar Ihsanudin, M.Si, anggota DPRD Provinsi dari partai Gerindra.

Masih menurut Ihsanudin, jangan sampai masyarakat kemudian kesal dan marah kepada pemerintah yang dianggapnya tidak becus dalam menangani masalah pencemaran sungai cilamaya.

“Gubernur Jabar (Ridwan Kamil) jangan hanya pencitraan doang !, segera ambil tindakan tegas, bila perlu pidanakan dan jatuhkan denda agar industri-industri pencemar lingkungan kapok,” berang Ihsanudin, yang menganggap gubernur Jabar lamban dan tidak respon terhadap masalah pencemaran di sungai cilamaya. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds