Debit Air Surut, Situ Ciburuy Ditinggalkan Wisatawan

Musim kemarau debit air Situ Ciburuy surut, Senin (30/9/19). Ist

Musim kemarau debit air Situ Ciburuy surut, Senin (30/9/19). Ist

POJOKJABAR.com, PADALARANG – Surutnya debit air Situ Ciburuy terutama saat musim kemarau panjang seperti saat jni dikhawatirkan sudah tidak menarik bagi wisatawan.

Pada musim hujan, debit airnya naik dan mampu menggenangi 42 hektare Situ Ciburuy. Namun pada musim kemarau, debit airnya menurun drastis membuat dasar situ berubah menjadi hamparan daratan nan luas.

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengatakan, Situ Ciburuy itu salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Bandung Barat yang sekarang tengah dalam penataan.

“Tapi ada persoalan air yang mesti dicari jalan keluarnya. Bagaimana menarik jika wisata air tapi tidak ada airnya,” kata Bupati Umbara di Lembang, Senin(30/9/19).

Selama ini Situ Ciburuy hanya mengandalkan suplai air dari Sungai Cimeta. Apabila musim hujan air situ melimpah, namun pada musim kemarau surut drastis.

Bupati menuturkan, sebagai destinasi wisata unggulan, mestinya volume air Situ Ciburuy stabil tidak terpengaruh oleh musim. Terlebih objek wisata di Desa Ciburuy ini menjual daya tarik air.

“Jangan sampai wisatawan hanya ramai pada saat musim hujan. Tapi begitu kemarau ditinggal pengunjung karena airnya susut,” keluhnya.

Menurutnya, perlu ada sumber air baru yang bisa menyuplai Situ Ciburuy. Pasalnya kalau hanya mengandalkan dari sumber air, yaitu Sungai Cimeta persoalan kekeringan tidak akan pernah bisa tuntas.

“Nanti dinas teknis yang harus bisa mengatasi persoalan air di Ciburuy ini. Perlu dicari sumber air baru yang bisa dialirkan ke Ciburuy” jelasnya.

Menurutnya, Situ Ciburuy merupakan obyek wisata legenda yang pernah mencapai masa kejayaan pada tahun 90-an silam, sehingga dibutuhkan konsep dan pemikiran yang matang agar bisa kembali meraih masa keemasan dan menjadi kebanggaan masyarakat dan pemerintah daerah.

Tahun ini penataan Situ Ciburuy berupa main entrance dan landscape total perkiraan biaya proyek mencapai Rp 2.657.798.000. Pengerjaan dilaksanakan dari September sampai Desember 2019.

(RBD/bie/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

buku nikah

Tahun 2020, Nikah Makin Sulit

Mulai tahun 2020, calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan pernikahan nampaknya tidak akan semudah membalikan telapak tangan,