Mahasiswa Bandung Ditembaki Gas Air Mata, 100 Orang Dievakuasi

Situasi ricuh aksi mahasiswa Bandung di depan gedung DPRD Jabar (arf)

Situasi ricuh aksi mahasiswa Bandung di depan gedung DPRD Jabar (arf)


POJOKJABAR.com, BANDUNG— ‎Polisi menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa Bandung pada demo ricuh Selasa (24/9/2019) malam. Lebih 100 mahasiswa dievakuasi ke dalam kampus.

KSR Universitas Islam Bandung (Unisba) menyebut ada lebih dari 100 mahasiswa pengunjuk rasa yang dievakuasi ke kampus di Jalan Tamansari itu pada unjuk rasa Selasa (24/9/2019) malam.

Bagja Kausar dari Korps Sukarela (KSR) Unisba saat ditemui di kampusnya, Rabu (25/9/2019) mengatakan, pada pukul 15.20 hingga pukul 20.00 WIB, total mahasiswa yang dievakuasi ke Unisba mencapai 116 orang.

“Enam orang diantaranya langsung dirujuk ke berbagai rumah sakit di Kota Bandung,” katanya.

Raisa dan Reski dari Unisba dirujuk ke RS Boromeus.

Diana dari ‎UIN Bandung, Fadhil dari Unibi dirujuk ke RS Sariningsih.

Dan seorang lagi bernama Azis, massa dari aliansi.

“Dari semua yang dievakuasi kendalanya kebanyakan sesak napas karena mungkin pengaruh gas air mata. Termasuk saat unjuk rasa pada Senin (23/9/2019),” ujar Kausar.

Seperti diketahui, gelombang unjuk rasa digelar selama dua hari berturut-turut.

Dua hari unjuk rasa berakhir dengan ricuh, polisi menembakan gas air mata sebagai balasan dari serangan pendemo.

Untuk pendemo yang dievakuasi pada Senin (23/9) sebanyak 112 orang.

Selain karena gas air mata, ada juga yang terkena water canon sampai menyebabkan dislokasi atau ada indikasi fraktur patah tulang.

“Untuk hari Senin di RS Sariningsih, RSHS, RS Halmahera, RS Muhammadiyah, dan Borromeus,” ujar dia.

KSR Unisba pada aksi dua hari itu, bersifat hanya menampung mahasiswa yang jadi korban karena jarak Jalan Dipenogoro ke Unisba relatif dekat.

“Kami hanya memberi pertolongan pertama saja. Setelah itu dirujuk ke rumah sakit untuk yang tidak bisa ditangani di kami,” ujar dia.
Sejumlah fasilitas publik rusak oleh massa aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Jabar, yang berlangsung sejak Senin (23/9/2019) hingga Selasa (24/9/2019).

Polda Jabar menginventarisir bersama pihak terkait, dalam hal ini Setwan DPRD Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa saat ini masih didata.

“Ada beberapa dari catatan kita hasil pendataan terkait kerusakan fasilitas publik,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Rabu (25/9/2019).

Kerusakan fasilitas publik dari pendataan kepolisian diantaranya pagar dan pintu besi Gedung DPRD Provinsi Jabar dan bahu jalan yang berada di kawasan Jalan Diponegoro, di sekitar Gedung Sate dan DPRD Provinsi Jabar.

“Kerusakan diantaranya karena lemparan batu, dirusak massa, kemudian vandalisme di jalan dan di pagar dicorat coret,” terangnya.

Pihaknya pun sudah lakukan kordinasi dengan instansi terkait untuk pembenahan pasca kerusuhan terjadi.

“Kita sudah berkordinasi dengan pelayanan kantor DPRD untuk memperbaiki,” paparnya.

Sejauh ini, selain gerbang dprd jabar, sejumlah Fasilitas seperti barier pembatas jalan, dan pot bunga dirusak massa.

“Barier pembatas jalan, beberapa pot didepan gedung sate,” jelasnya.

 

(ral/int/arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds