Ridwan Kamil Cari ‘Masalah’, Ubah Bandara Kertajati Jadi BJ Habibie

Postingan Gubernur Jabar Ridwan Kamil terkaitwafatnya  B.J. Habibie./Foto: Istimewa

Postingan Gubernur Jabar Ridwan Kamil terkaitwafatnya B.J. Habibie./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, MAJALENGKA— Gubernur Jabar Ridwan Kamil berwacana mengganti nama Bandara BIJB Kertajati dengan BJ Habibie. Sikap ini menuai kontroversi di Majalengka.

Pengamat politik dan ilmu pemerintah Universitas Majalengka Diding Bajuri berpendapat terkait wacana yang digulirkan oleh Ridwan Kamil dipandang hanya menambah panjang pekerjaan.

Semestinya Provinsi Jabar fokus pada pembenahan dan peningkatan kualitas Bandara Kertajati itu sendiri.

“Saya nilai wacana pergantian nama Bandara Kertajati dengan BJ Habibie hanya menambah panjang pekerjaan saja,” ungkap Diding Bajuri, Jumat (20/9).

Diding menilai, Pemprov Jabar hari ini harus fokus pada aspek akselerasi pembangunan Tol Cisumdawu.

Yang menjadi penopang utama dalam meningkatkan daya dukung kelangsungan Operasi Bandara Kertajati atau BIJB.

“Harusnya Pak Gubernur itu berfikir bagaimana semua pihak bisa saling bersinergi dalam mempercepat proses penyelesaian pembangunan Tol Cisumdawu, bukan menambahkan pekerjaan lain,” katanya.

Diding yang juga Wakil Rektor Universitas Majalengka menambahkan, apabila masalah Tol Cisumdawu mampu dimaksimalkan penyelesaiannya.

Maka akan membantu percepatan peningkatan jumlah penumpang yang berangkat dari BIJB Kertajati.

Terkait pergantian nama Bandara Kertajati yang akan diganti dengan BJ Habibie, harusnya Gubernur Jawa Barat bisa lebih mempertimbangkan atas usulan yang terdahulu muncul yaitu KH Abdul Halim.

“Untuk nama seharusnya gubernur harus lebih mempertimbangkan usulan yang pertama muncul sejak zaman Gubernur Ahmad Heryawan yaitu KH Abdul Halim yang mana representasi sebagai Tokoh Pahlawan Nasional yang berasal dari Kabupaten Majalengka,” pungkasnya.

 

(ral/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds