Polisi Kembali Tetapkan Satu Tersangka Kasus Kecelakaan Maut Tol Cipularang

Kecelakaan atau tabrakan beruntun di Tol Cipularang atau Tol Purbaleunyi (ist)

Kecelakaan atau tabrakan beruntun di Tol Cipularang atau Tol Purbaleunyi (ist)


POJOKJABAR.com, BANDUNG— Polda Jabar kembali menetapkan satu tersangka kasus kecelakaan maut Tol Cipularang, 2 September lalu, yang menyebabkan 20 kendaraan tabrakan beruntun.

Dalam penyelidikan atas kasus kecelakaan tersebut, diperiksa sejumlah saksi.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, bahwa saksi yang diperiksa sebanyak 28 orang.

“Saksi korban Ada 18. Lalu saksi di lokasi kejadian, ada 2 orang dan sudah kita mintai keterangan,” paparnya, Kamis (19/9) sore.

Dua tersangka telah ditetapkan, yakni Dedi Hidayat (meninggal) dan Subarna.

“Untuk dua tersangka awal, yang satu meninggal dunia. Saat ini Kita tetapkan Kembali satu tersangka yakni Handrian Gunawan selaku Manajer Operasional PT JTJ,” jelasnya.

Handrian ini berperan sebagai pengelola dump truck.

Handrian sebagai penanggung Jawab perusahaan pengelola Dump Truck No Pol B. 9769 UIT dan B. 9410 UIU yang merupakan penyebab kecelakaan, dikenakan Pasal 315, ancaman denda dan sanksi administratif.

Untuk barang bukti yang disita yakni 20 kendaraan yang terdiri dari mobil truck  6, mobil Pribadi 12  dan bus 2.

“Selain kendaraan disita juga SIM 14 buah, STNK 14 buah, KIR  2 buah, invoice 5 buah, surat tilang 1 buah, surat jalan 1 buah.

Penyidik saat ini tengah memanggil dealer truk HINO PT Hudaya Maju Mandiri untuk mendengarkan kesaksian soal kondisi truk.

“Kami juga memanggil pihak Dshub DKI Jakarta bagian penerbitan buku KIR baru, lalu Dirjen HUBDAT bagian penerbitan SRUT (Sertifikat Registrasi Uji Tipe) sebagai saksi dalam kasus ini,” jelasnya.

Pihak penyidik juga memeriksa Komisaris Utama PTJTJ, Subandrio Kahar dan Julius Sandra.

“Keduanya diperiksa sebagai saksi, kaitannya dengan pasal 315,” jelasnya.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds