Video: Polrestabes Bandung Ungkap Kasus Narkoba

Polrestabes Bandung ekspose kasus narkoba selama 2 pekan, Mapolrestabes Bandung, Selasa (17/9/2019)./Foto: Arief

Polrestabes Bandung ekspose kasus narkoba selama 2 pekan, Mapolrestabes Bandung, Selasa (17/9/2019)./Foto: Arief

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Polrestabes Bandung mengamankan 24 orang terkait penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Bandung.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, bahwa pengungkapan kasus ini selama dua pekan terakhir.

“Hasil pengungkapan ini selama Dua Pekan, ada 21 kasus,” jelasnya saat ekspos kasus narkoba di Mapolrestabes Bandung, Selasa (17/9).

Dari 24 orang yang diamankan, terdapat dua orang perempuan.

“Yang Perempuan itu statusnya pemakai,” paparnya.

Polrestabes Bandung

Polrestabes Bandung ekspose kasus narkoba selama 2 pekan, Mapolrestabes Bandung, Selasa (17/9/2019)./Foto: Arief

 

Dari hasil pengungkapan ini, diamankan barang bukti berupa ganja dan sabu.

“Untuk sabu-sabu Ada 418 gram, ganja 12,25 gram. Selain itu diamankan juga timbangan digital, plastik klip, 6 unit handphone,” jelasnya.

Modus operandi para pelaku ini melakukan transaksi sistem tempel di tempat umum.

Polrestabes Bandung

Polrestabes Bandung ekspose kasus narkoba selama 2 pekan, Mapolrestabes Bandung, Selasa (17/9/2019)./Foto: Arief

 

“Modusnya di tempat umum, perumahan, apartemen dan rumah kost. Mereka melakukan transaksi online dan sistem tempel,” terangnya.

Dari pengungkapan ini, Polrestabes Bandung berhasil menyelamatkan 2141 orang.

Polrestabes Bandung

Polrestabes Bandung ekspose kasus narkoba selama 2 pekan, Mapolrestabes Bandung, Selasa (17/9/2019)./Foto: Arief

 

Untuk para pelaku, dijerat pasal 114 UURI no35 tahun 2009 bagi para pengedar.

“Untuk pengguna dijerat pasal 112 Jo pasal 127 UURI no35. Untuk ancaman pengguna penjara minimal 4 tahun penjara, untuk pengedar ancaman hukuman 5 tahun dan denda maksimal Rp 10 Milliar,” pungkasnya.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

buku nikah

Tahun 2020, Nikah Makin Sulit

Mulai tahun 2020, calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan pernikahan nampaknya tidak akan semudah membalikan telapak tangan,