Rekomendasi Polisi, Pasang Speed Gun di Tol Cipularang KM 91

Kebakaran kendaraan di Tol Cipularang KM 101 arah Bandung, Kamis ( 12/9/2019) sekitar pukul 15:00 WIB./Foto: Istimewa

Kebakaran kendaraan di Tol Cipularang KM 101 arah Bandung, Kamis ( 12/9/2019) sekitar pukul 15:00 WIB./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Polisi merekomendasikan untuk pemasangan speed gun di Tol Cipularang, khususnya di KM 90-100.

Hal itu dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi kecelakaan yang banyak terjadi di Cipularang.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar, Kompol Efos Satria Wisnuwardana, bahwa perihal tersebut sedang direkomendasikan.

 

“Itu salah satu rekomendasi kita, speed gun di situ karena itu jalur menurun landai, nggak kerasa orang lewat situ, ditambah kecepatan nggak kerasa dia,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar, Kompol Efos Satria Wisnuwardana, Jumat (13/9)

Efos mengatakan, penerapan speed gun sendiri pelaksanaannya merupakan wewenang dari Jasa Marga.

Kecelakaan di Tol Cipularang

Suasana di lokasi kecelakaan di Tol Cipularang, Selasa (10/9/2019)./Foto: Istimewa

 

“Penindakannya sendiri, nanti dilakukan oleh jajaran Ditlantas Polda Jabar. Untuk saat ini kita kan manual saja, dengan menggunakan pistol speed gun, namun itu kan enggak bisa setiap saat,” terangnya.

Banyaknya kecelakaan terjadi pada ruas KM 90 hingga 100 Cipularang, lantaran kontur jalan yang menurun sangat tajam pada arah Jakarta dan tanjakan curam pada arah Bandung menjadikan beberapa pengendara sulit mengendalikan kendaraannya.

Selain itu, pada KM 92-KM 93 dari arah Jakarta terdapat dua tikungan tajam dengan sudut sekira 80°. Tikungan itu berada setelah jalan menurun dengan kecuraman sekira 20°.

Kecelakaan atau tabrakan beruntun di Tol Cipularang atau Tol Purbaleunyi (ist)

Kecelakaan atau tabrakan beruntun di Tol Cipularang atau Tol Purbaleunyi (ist)

 

Belum lagi sepanjang KM 95 jalan tol terbentang lurus sehingga bisa menimbulkan kantuk bagi pengemudi.

Kemudian titik KM 96-KM 97 dianggap titik rawan karena kontur jalan yang menurun dengan kecuraman sekira 20° dan ada tikungan tajam dengan sudut sekira 80°.

Kemudian pada KM 101-KM 103 jalanan terbentang lurus namun sambungan jembatan lebih rendah dibanding jalan utama sehingga memicu genangan air.

Kecelakaan di Tol Cipularang

Kecelakaan di Tol Cipularang, Selasa (10/9/2019)./Foto: Istimewa

 

Kondisi ini membuat kecelakaan rawan terjadi karena bisa menyebabkan kendaraan mudah hilang keseimbangan.

Terakhir di KM 104 terdapat tikungan tajam dengan sudut kemiringan sudut sekira 80° sehingga rawan memicu kecelakaan bilamana pengendara tidak berhati-hati.

Kecelakaan terakhir yang tercatat, yakni terjadi di KM 92 arah Jakarta. Sebanyak lima kendaraan terlibat kecelakaan beruntun. Dua orang luka-luka dalam insiden tersebut.

Sebelumnya juga terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan 20 kendaraan terlibat kecelakaan yang menyebabkan 8 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka.

Kecelakaan dipicu akibat adanya kendaraan truk dump yang kelebihan muatan mengakibatkan pengemudinya tidak dapat mengendalikan kendaraannya.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds