60 Persen Fokus Pemprov Jabar Bangun Desa

Bupati Bogor Ade Yasin dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil./Foto: Rishad

Bupati Bogor Ade Yasin dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil./Foto: Rishad

POJOKJABAR.com— Gubernur Jabar Ridwan Kamil menegaskan, 60 persen fokus Pemprov Jabar adalah pembangunan di desa. Sehingga suatu saat rezeki warga desa ini seperti rezeki warga kota.

“Targetnya ialah supaya rakyat Jabar tinggal di desa, namun rezeki kota. Sebab ada program desa digital, satu desa satu perusahaan dan lainnya,” ujarnya saat meresmikan  Daerah Irigasi Leuwisapi di Situ Tarisi, Wangungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/8).

Emil sapaan akrab Gubernur Jabar itu, menjelaskan pembangunan embung untuk irigasi di Kabupaten Sukabumi sendiri adalah salah satu upaya mengembangkan sektor pertanian.

Sebab, suplay air dari embung tersebut bisa mengairi lebih banyak persawahan.

Diungkapkan Emil, Embung yang baru diresmikan itu bisa menambah luasan persawahan yang bisa diairi sehingga meningkatkan produksi padi di wilayah sekitarnya.

“Tadinya hanya 75 hektar menjadi 250 hektare, produksi padinya dari 675 ton menjadi 3.750 ton. Tahun ini ada 7 bendungan strategis dan skala nasional yang bisa mengatasi banjir di mana mana,” ucapnya.

Selain mengairi persawahan, embung tersebut kedepannya bisa dijadikan tempat wisata baru. Untuk ini Emil meminta pihak Pemkab dan pemerintah desa setempat mau menata embung tersebut supaya lebih rapi.

“Supaya jadi wisata skala lokal. Nanti bisa jadi pendapatan untuk desa,” ungkapnya.

Emil menambahkan, untuk kabupaten Sukabumi pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar Rp10 miliar untuk perbaikan pariwisata di Ciletuh.

Dia berjanji akan terus menambah alokasi dana bantuannya di tahun-tahun berikutnya.  Selain itu untuk memudahkan akses wisatwan yang mau datang ke Ciletuh Emil pun berjanji akan membangun bandara.

“RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) akan membuat bandara di Kabupaten Sukabumi. Tapi lokasi pastinya sedang difinalisasi antara di Citarate atau di Cikembar,” pungkasnya.

 

(ral/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

buku nikah

Tahun 2020, Nikah Makin Sulit

Mulai tahun 2020, calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan pernikahan nampaknya tidak akan semudah membalikan telapak tangan,