MUI Jabar Beberkan Kategori Syuhada pada Jamaah Haji

Ilustrasi ibadah haji

Ilustrasi ibadah haji

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Jamaah haji yang wafat di tanah suci Mekkah bisa masuk kategori syuhada atau meninggal dalam keadaan syahid.

Demikian dikatakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rachmat Syafei.

Menurutnya, semua jemaah haji yang wafat di Tanah Suci bisa saja masuk dalam kategori mati Syahid.

Asalkan, kondisi jemaah ketika wafat sedang dalam melaksanakan ibadah.

“Artinya bukan syahid sedang melaksanakan perang, karena sedang melaksanakan ibadah, Jadi mempunyai nilai tersendiri,” ungkap Rachmat saat ditemui di kantornya, Jalan Riau, Kota Bandung, Rabu (21/8).

Rachmat mencontohkan, salah satu kejadian puluhan jemaah haji asal indonesia yang wafat saat melaksanakan ibadah, yaitu pada saat tragedi terowongan Mina tahun 2015.

Kala itu, tercatat lebih dari 50 orang jamaah haji indonesia meninggal dunia.

“Misalnya dulu pernah kasus Mina di terowongan itu mati syahid, karena sedang ibadah,” ucap Rachmat.

Kendati demikian, Rachmat mengatakan, jika jemaah haji wafat dalam keadaan tidak sedang beribadah.

Hal tersebut tidak termasuk kategori mati syahid.

“Tapi kalau yang dipondokan meninggal itu bukan syahid,” tutur Rachmat. Rachmat menambahkan, sebenarnya secara fasilitas dan pelayanan sudah baik.

Oleh karena itu, dirinya memperkirakan puluhan jemaah haji asal Jawa Barat yang meninggal di tanah suci, murni karena sakit atau sudah berumur tua.

“Pengalaman yang ada sakit itu yang paling umum adalah sudah tua, faktor umur, yang disebut resti (resiko tinggi),” pungkas Rachmat.

(yud/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds