Pria Ini Tipu 341 Warga Sumedang dengan Palsukan Putusan Pengadilan

Pria yang menipu ratusan warga Sumedang soal waduk Jatigede yang ditangkap polisi (ist)

Pria yang menipu ratusan warga Sumedang soal waduk Jatigede yang ditangkap polisi (ist)

POJOKJABAR.com, BANDUNG— Pelaku ini sukses menipu 341 warga Sumedang. Dia mendatangi warga terdampak waduk Jatigede, dengan iming-iming mengurus ganti rugi yang belum dibayarkan.

Kasus penipuan dengan modus mengaku pihak yang bisa mengurus masalah perdata perihal ganti rugi tanah atas dampak pembangunan Waduk Jatigede, Sumedang, berhasil diungkap Polres Sumedang.

Dari kasus penipuan ini, korban sebanyak 341 orang melaporkan kepada polisi.

Kapolres Sumedang,AKBP Hartoyo mengatakan bahwa pelaku atas nama YD kita amakan bulan Juli 2019 setelah buron keluar kota.

“YD kita amankan Juli lalu, penangkapan terhadap YD dilakukan karena pria tersebut sempat buron keluar kota,” jelas Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo, Rabu (21/8).

Kapolres menambahkan, bahwa pelaku beraksi sendirian.

“Dari pengakuan pelaku sendiri melakukan aksi penipuan dan penggelapan ini,” jelasnya.

Keterangan pelaku YD, menyebutkan bahwa dirinya melakukan penipuan sejak Agustus tahun 2018 lalu.

“Modusnya, pelaku mendatangi warga terdampak waduk Jatigede, dengan menyatakan bisa mengurus perdata ganti rugi yang masih belum dibayarkan,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Dede Iskandar menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan adanya korban terdampak Jatigede dengan melakukan penipuan.

“Korban dampak waduk Jatigede menunjuk salah satu pengacara, pelaku ini rupanya mencoba menipu para korban dan pengacara tersebut untuk keuntungan pribadi,” jelasnya.

Pelaku YD meminta uang kepad para korban untuk biaya pengurusan perkara di pengadilan.

“Biayanya untuk saksi, dan pelaku juga membuat putusan pengadilan palsu yang dibuat sama seperti surat asli dari pengadilan,” jelasnya.

Pihak Polres juga memeriksa Satker Jatigede perihal kasus penipuan ini.

“Satker kita periksa dalam hal apakah proses ganti rugi ada yang masih diproses, bahkan sampai ke pengadilan. Dan itu dinyatakan pihak Satker bahwa masalah ganti rugi sudah diselesaikan,” paparnya.

Atas perbuatannya, pelaku YD dijerat dengan pasal tindak pidana penipuan atau tindak pidana penggelapan atau tindak pidana membuat surat palsu.

“Sesuai Pasal 378 KUH Pidana atau Pasal 372 KUH Pidana atau Pasal 263 KUH Pidana. Ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” jelasnya.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds