Kapolri Jadi Penguji Sidang Doktor Ilmu Komunikasi Irjen Boy Rafli Amar

Suasana area sidang doktor Irjen Boy Rafli Amar, Rabu (13/8/2019)./Foto: Arief

Suasana area sidang doktor Irjen Boy Rafli Amar, Rabu (13/8/2019)./Foto: Arief

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi penguji dalam sidang doktor Ilmu Komunikasi terhadap Irjen Boy Rafli Amar yang saat ini menjabat Wakalemdiklat Polri.

Sidang doktor digelar di Universitas Padjajaran Jatinangor.

Irjen Boy Rafli Amar tercatat sebagai mahasiswa pasca sarjana Ilmu Komunikasi UNPAD dengan nomor mahasiswa 210130140034.

Tema yang diangkat mantan Kapolda Papua ini, yakni perihal manajemen media.

“Integrasi Manajemen Media Dalam Strategi Humas Polri Sebagai Aktualisasi Promoter”.

Suasana area sidang doktor Irjen Boy Rafli Amar

Suasana area sidang doktor Irjen Boy Rafli Amar, Rabu (13/8/2019)./Foto: Arief

 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi oleh Kadivhumas Polri Irjen Pol M Iqbal dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Sufahriadi.

Dalam sidang ini, ada sembilan penguji yang disertasi jendral bintang dua tersebut diantaranya Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos.,SH.,M.Si.,  Dr. Dadang Sugiana, M.Si., Prof. Deddy Mulyana, MA.,Ph. D, Dr. Edwin Rizal, M.Si., Dr. Atwar Bajari, M.Si., Dr. Ninis Agustini Damayani, M.Lib., Dr. Siti Karlinah, M.Si., dan Jendral Pol. Prof. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D.

Pantauan Pojokjabar.com di luar ruang sidang, tampak ratusan karangan bunga ucapan selamat, seperti dari Menkominfo Rudiantara, President Director PT Freeport, Tony Wenas, Kabaintelkam Polri, Kapolda Metro Jaya.

Suasana area sidang doktor Irjen Boy Rafli Amar

Suasana area sidang doktor Irjen Boy Rafli Amar, Rabu (13/8/2019)./Foto: Arief

 

Saat tiba di gedung bale sawala UNPAD, Kapolri langsung memakai baju toga untuk melakukan pengujian sidang doktor terhadap Irjen Boy Rafli Amar.

Orasi ilmiah  Irjen Boy Rafli Amar , ia mengungkap disertasinya bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis manajemen media polri dalam merespon dan membentuk opini publik, peran divisi humas sebagai pengelola manajemen media, implementasi cyber Public Relations Polri dan integrasi manajemen media dalam strategi humas Polri.

“Disertasi ini merupakan Studi kasus implementasi manajemen media sebagai salah satu program prioritas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pendekatan studi kasus digunakan untuk menjelaskan secara komprehensif suatu organisasi dan program yang dikembangkan oleh institusi Polri,” katanya saat membacakan orasi ilmiah.

Suasana area sidang doktor Irjen Boy Rafli Amar

Suasana area sidang doktor Irjen Boy Rafli Amar, Rabu (13/8/2019)./Foto: Arief

 

Adapun Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang memenuhi kriteria penelitian dan pengamatan partisipatif.

Pengalaman interaksi publik bersama polisi dapat memberikan kontribusi besar bagi bangunan citra yang dimiliki oleh petugas kepolisian. Semakin positif pengalaman publik bersama polisi, maka semakin positif pula citra petugas di mata publik.

“Namun tidak dapat kita pungkiri, kinerja petugas kepolisian sering diterpa kritik tajam dari masyarakat. Kritik tersebut lahir karena adanya harapan publik tentang sosok petugas kepolisian yang memiliki karakter sempurna dan dapat menjadi manusia ‘super’ pelindung masyarakat. Publik menginginkan polisi menjadi pahlawan yang selalu siap menjawab tantangan yang hadir di masyarakat,” sambung dia.

Dengan disertasi ini, lulusan Akademi Kepolisian 88 ini memberikan beberapa catatan diantaranya menjadikan setiap anggota Polri menjadi agen kehumasan, dalam proses interaksi polisi dan masyarakat, dapat berperan menjadi news maker dalam menampilkan kinerja positif di mata publik yang didukung dengan semangat profesionalisme dan bersikap simpatik serta humanis.

Polri perlu mendorong prakarsa publik menciptakan etintas kecerdasan melalui budaya literasi, pos gagasan (Polisi Optimis Sukses dengan Gagasan). Setiap anggota diharapkan memiliki kemampuan untuk orasi, menyusun narasi dan artikulasi, agar dapat mencegah berkembangnya cara berpikir sesat (logical fallacy) di masyarakat, mengajak masyarakat untuk disiplin berpikir benar dan pro logika.

Mewujudkan Polisi yang humanis dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dan menciptakan anggota Polri yang SMART (Sigap Mengelola Aspek Rasional Teknologi).

Serta perlu adanya peningkatkan kapasitas personil di bidang Cyber Public Relations, oleh karena itu Institusi Polri perlu membangun sarana pendidikan dan latihan kehumasan berbasis penggunaan teknologi.

Dan terkahir dalam mewujudkan aktualisasi postur Polri yang profesional, modern dan terpercaya (promoter), perlu mewujudkan anggota Polri yang memiliki kualifikasi PRIMA (profesionalisme, responsif, integritas, modern dan adaptif).

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds