1430 Napi Ada di Rutan Kebonwaru Bandung, Ratusan Diusulkan Remisi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Rutan Kebonwaru Bandung kini dihuni oleh 1430 narapidana dan tahanan.

Kepala Rutan Kebonwaru Bandung, Heri Kusrita mengatakan bahwa jumlah tersebut banyak didominasi tahanan kasus pidana umum dan narkoba.

“Untuk di Rutan bandung hampir sebagian besar kasus pidana umum, sisanya kasus narkoba,” jelasnya, senin (12/8).

Heri menjelaskan, untuk pengajuan Remisi HUT Kemerdekaan RI ke 74, diajukan sebanyak 800 napi.

“Kita ajukan 700 napi, karena tidak semuanya penghuni Rutan Kebonwaru narapidana, ada juga tahanannya,” jelasnya.

remisi narapidana

Ilustrasi

 

Untuk rincian narapidana, yakni 318 narapidana kasus narkoba, narapidana tipikor 62, narapidana pidana umum 438.

“Ada Dua narapidana warga negara asing,”jelasnya.

Untuk pengajuan Remisi ini, biasanya diajukan agar mendapat pengurangan selama 1 bulan hingga 3 bulan.

700 narapidana yang diusulkan menerima remisi itu telah memenuhi ketentuan.

Narapidana

Ilustrasi

 

“Antara lain yang bersangkutan menjalani masa hukuman minimal enam bulan, dan berkelakuan baik selama menjalani masa penjara di Rutan Kebonwaru Bandung,” paparnya.

Selama narapidana tersebut memenuhi syarat yang telah ditetapkan, maka yang bersangkutan layak diusulkan untuk mendapatkan pengurangan masa penjara.

Remisi ini diberikan sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan serta Keputusan Presiden RI Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi, warga binaan yang berhak mengajukan remisi yang sudah menjalani tahanan minimal 6 bulan penjara dan berkelakuan baik selama berada di dalam penjara.

Rutan-Kebonwaru-Bandung

Ilustrasi penghuni rutan Kebonwaru Bandung. (ist)

 

Ada lima jenis remisi, sebagaimana diatur dalam yang diatur dalam Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999, yakni remisi umum, remisi umum susulan, remisi khusus, remisi khusus susulan dan remisi tambahan.

Remisi Umum diberikan pada hari peringatan kemerdekaan RI, 17 Agustus dan Remisi Umum Susulan diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang pada tanggal 17 Agustus telah menjalani masa penahanan paling singkat 6 (enam) bulan dan belum menerima putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Remisi khusus diberikan pada hari besar keagamaan yang dianut oleh narapidana dan anak pidana yang bersangkutan.

Sedangkan Remisi Khusus Susulan diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang pada hari besar keagamaan sesuai dengan agama yang dianutnya telah menjalani masa penahanan paling singkat 6 (enam) bulan dan belum menerima putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Adapun yang dimaksud dengan Remisi Tambahan, yakni kedua remisi di atas dapat ditambah apabila narapidana atau anak pidana yang bersangkutan selama menjalani pidana berbuat jasa kepada negara.

Jasa kepada negara itu, yakni melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi negara atau kemanusiaan dan melakukan perbuatan yang membantu kegiatan pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds