81.000 Anak di Kota Cimahi Belum Miliki KIA

Ilustrasi Kartu Identitas Anak (KIA).

Ilustrasi Kartu Identitas Anak (KIA).


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi mengungkapkan, di Kota Cimahi ada 156 ribu anak berhak memiliki Kartu Identitas Anak (KIA).

Namun yang baru tercetak dan sudah dikantongi anak di Cimahi mencapai 75.000 keping. Sedangkan saat ini masih ada 81.000 anak di Kota Cimahi belum memiliki KIA.

“Dari tahun 2016 itu sudah ada 75 ribu yang terlayani KIA, dari total 156 ribu. Jadi yang belum terlayani masih 81 ribu anak,” ujar Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kota Cimahi, Ade Hindasyah, saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Jumat (2/8/19).

KIA merupakan program dari pemerintah pusat yang diperuntukan bagi anak dibawah 17 tahun atau usia 0-16 tahun. Kota Cimahi menjadi salah satu daerah percontohan, selain 52 daerah lainnya di Indonesia.

Pihaknya menargetkan pencetakan KIA bisa mencapai 25.000 keping setiap tahunnya. Pihaknya pun terus menggenjot pencetakan KIA bagi anak salah satunya melalui program three in one (3 in 1).

Program itu merupakan program satu dokumen kependudukan mendapat tiga dokumen kependudukan yaitu mengurus akta kelahiran akan mendapatkan akta kelahiran, kartu keluarga dan KIA dan mengurus pindah datang mendapat surat pindah datang, kartu keluarga dan KIA.

“Selain itu kita juga sering menerima permohonan pembuatan KIA dari sekolah. Programnya sudah berjalan sejak 2 tahun lalu,” bebernya.

Ade mengakui jika ketersediaan blanko KIA terbatas. Namun ketersediaannya tak sepenting ketersediaan blanko KTP-elektronik untuk orang dewasa maupun remaja.

“Jumlahnya memang tidak aman karena terbatas juga. Keperluannya 25 ribu keping setiap bulannya,” jelasnya.

Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, M Suryadi mengatakan, pihaknya terus berupaya agar proses pembuatan KIA bisa segera terealisasi sepenuhnya. Pembuatan KIA kali ini, klaim Suryadi, prosesnya dilakukan dengan cepat dan bisa ditunggu sebab selesai dalam waktu sehari.

Syaratnya adalah akta kelahiran dan fotokopi Kartu Keluarga (KK). Sementara bagi anak yang belum memiliki akta kelahiran, akan dilayani melalui program 3 in 1.

“Kita siap untuk membuatkan KIA bagi semua anak-anak di Kota Cimahi, asal membawa persyaratan yang lengkap. Untuk anak usia bawah lima tahun, itu tidak perlu memakai foto. Kalau enam tahun ke atas, menggunakan foto. Bahkan kita sediakan alat fotonya,” jelanya.

KIA diperlukan untuk mempertegas status identitas anak yang memiliki hak konstitusional sebagai Warga Negara Indonesia, bahkan sejak dini.

(RBD/dan/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds