Gurka Buka-bukaan, Bakal Kritik Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum Jika Tak Pro Rakyat?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil./Foto: Ega

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil./Foto: Ega


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Isu penarikan dukungan terhadap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dibantah Pendiri Gerakan untuk Ridwan Kamil (Gurka) Poerwa Laksana.

Adanya pernyataan pembubaran sekaligus penarikan dukungan terhadap Ridwan Kamil, yang disampaikan sejumlah relawan Gurka dengan diwakili mantan Ketua Dewan Penasihat Gurka Iwan Suhermawan, kemarin Rabu (17/7), tidak mewakili Gurka secara keseluruhan.

Bahkan, Poerwa menganggap bahwa sikap yang dilakukan oleh salah satu mantan Dewan Penasihat Gurka iru hanya mewakili personal eks relawan Gukra.

“Kemarin mewakili perseorangan bukan lembaga. Terhitung kemarin bubar jam 3 sore, sedangkan pernyataan mereka jam 4 sore. Artinya sudah bubar, tidak mewakili Gurka secara keseluruhan lagi,” kata Poerwa di Bandung, Kamis (18/7).

Poerwa pun membantah bahwa pembubaran Gurka dilatar belakangi kesulitan komunikasi antara relawan dengan Ridwan Kamil. Selain itu, adanya pembubaran ini karena tidak diakomodirnya mereka dalam program yang digagas Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum.

Forum Silaturahmi Relawan Rindu Jabar Juara

Forum Silaturahmi Relawan Rindu Jabar Juara./Foto: Rmol

 

“Kita diundang ke Gedung Pakuan untuk audiensi saat Kang Emil dilantik. Terlepas sekarang dengan kesibukan beliau. Tapi banyak relawan kami juga dilibatkan program beliau, salah satunya Jabar Qiuck Respon (JQR),” katanya.

Di samping itu, alasan pembubaran Gurka sendiri karena adanya perbedaan pendapat. Jika dalam satu kelompok sudah dalam posisi berbeda, maka tidak akan baik untuk dilanjutkan.

“Intinya Gurka dibubarkan karena perbedaan prinsipnya, karena ada dari mereka yang diharapkan (ke Ridwan Kamil),” tegasnya.

gubernur jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (doc)

 

Sementara itu, Koordinator Silaturahmi Relawan Rindu, Hanif Mochammad mengatakan, forum silaturahmi relawan ini dibentuk sebagai wadah komunikasi terhadap aspirasi dan janji-janji kampanye Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum.

Sehingga kata Hanif, selama ini tidak ada kendala komunikasi antara relawan dengan Ridwan Kamil. Aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui relawan tetap ditampung.

“Jadi kalau tersendatnya komunikasi itu tidak benar, sebetulnya kami menyediakan itu, ada grup WA juga,” jelasnya.

Uu-Ruzhanul-Ulum

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum

 

Forum ini juga kata Hanif, tidak akan segan-segan mengkritik kinerja Gubernur Jawa Barat dan Wakilnya bila ada kebijakan yang tidak pro rakyat.

“Kami juga akan kritisi kalau programnya tidak pro rakyat. Kami tetap menyerap aspirasi, janji kampanye bisa sampai dan direncanakan ke pembangunan,” katanya.

Saat disinggung mengenai buruknya eksistensi Jabar Quick Respon (JQR) yang dilontarkan oleh Iwan Suhermawan, Hanif menegaskan bahwa sebagian besar pengaduan yang masuk ke JQR tengah diproses.

“57.012 aduan sudah masuk sejauh ini. Tapi gak semua laporan darurat. Ada 34.241 pengaduan yang telah direspon dan ditindaklanjuti. Nah kalau yang kemarin disebut hanya 357 yang ditindaklanjut salah, itu yang sudah selesai,” ujar Hanif yang juga Wakil Ketua Harian JQR.

(yud/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds