Akui Tak Salahi Aturan Permendiknas, SMA 5 Bandung Bikin Pengakuan Soal Rombel

PPBD

PPBD


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Pasca PPDB SMA di Kota Bandung, sekolah favorit kembali dilaporkan ke Ombudsman Jabar oleh sejumlah elemen pendidikan.

Penelusuran Pojokjabar.com ke SMA 5 Bandung perihal jumlah rombongan belajar menyebutkan, ada 10 rombel atau 10 kelas.

Menurut perwakilan kesiswaan SMA 5, Mustar mengatakan, bahwa jumlah 10 kelas di SMA 5 untuk kelas 10 Ada 339.

 

“Jadi tidak genap 340, dan itu kebijakan kepala sekolah, kami hanya menjalankan teknis saja,” paparnya, Jumat (19/7).

Mustar menegaskan, bahwa jumlah 339 tidak menyalahi aturan Permendiknas.

Ombudsman Jawa Barat

Ombudsman Jawa Barat saat menerima laporan terkait PPBD, Kamis (18/7/2019)./Foto: Arief

 

“Ini hanya hal teknis saja,” jelasnya.

Berbeda dengan SMA 3 Bandung, terkait dugaan adanya dua orang siswa menggunakan alamat sekolah di Jalan Belitung, didiskualifikasi.

Wakasek Humas SMA 3 Bandung, Rohmat Herawan menjelaskan bahwa dua siswa tersebut kini masih menunggu terkait penelusuran Kartu Keluarga (KK).

Ombudsman Jawa Barat

Ombudsman Jawa Barat saat menerima laporan terkait PPBD, Kamis (18/7/2019)./Foto: Arief

 

“Kasihan anaknya, ini kan orang tuanya yang salah. Kalau memang ada pihak-pihak yang mau menyalahkan silahkan saja menggugat ke pengadilan,” terangnya.

 

Rohmat mengatakan, proses zonasi dalam PPDB 2019 ini sudah diperluas. Untuk SMA 3 dengan 10 rombel ada 335 siswa.

“Di SMA 3 ada 335 siswa dengan 10 rombel,” jelasnya.

“Khsuus Kota Bandung sudah diperluas, jadi salah sekolah dimana, kalaupun mau pihak orang tua itu bisa memprotes kebijakan dari atas, bukan ke sekolah,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, DPRD Jawa Barat menyoroti adanya Pelanggaran dalam PPDB siswa SMA tahun 2019.

Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengatakan bahwa jika ada pelanggaran harus dievaluasi.

“Evaluasi saja PPDB di Jabar jika memang terjadi pelanggaran. DPRD akan mengawasi dan terus harus dilakukan,”jelasnya, Jumat (19/7).

Dengan sistem PPDB zonasi, kami juga menyoroti soal masih kurangnya sekolah di sejumlah daerah di beberapa kabupaten dan kota.

“Jabar kan sudah alih kelola, memang tidak semua mulus perlu ada pembenahan ,” terangnya.

Perihal unit sekolah baru, atau ruang kelas baru, Pemprov perlu menyiapkan segera.

“Harus evaluasi terus, DPRD melakukan pengawasan. Kalau masih ada masalah, terus dilakukan upaya perbaikan,” jelasnya.

Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari (ist)

Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari (ist)

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

10 Manfaat Menakjubkan Lemon Myrtle

Nama lemon myrtle mungkin agak terdengar asing di telinga kebanyakan orang. Padahal, kita semua pastinya telah sering menggunakan lemon dalam makanan.