Jelang Puncak Musim Kemarau, 40 Desa di Bandung Alami Kekeringan

Kekeringan di Karawang. Di Kabupaten Bandung, ada sekitar 40 desa yang sudah kekeringan. /Foto: Ega

Kekeringan di Karawang. Di Kabupaten Bandung, ada sekitar 40 desa yang sudah kekeringan. /Foto: Ega


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Sebanyak 40 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Bandung mulai krisis air bersih. Padahal musim kemarau tahun ini belum mencapai puncaknya.

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara, Rabu (17/7).

Menurut Akhmad, daerah yang terdampak kekeringan itu terlaporkan oleh aparat wilayah kepada BPBD sejak periode bulan Juni hingga pertengahan Juli ini.

“Berdasarkan laporan krisis air terjadi di Kecamatan Baleendah, Pacet, Margahayu, Ciwidey, Pasirjambu, Banjaran, Ibun, Cileunyi, Kutawaringin, dan Cangkuang,” ujarnya.

Bila dirinci, lanjut Akhmad, dari 40 desa yang tersebar di 10 kecamatan itu 50 kampung dengan jumlah 9.497 KK atau 20. 856 jiwa yang terdampak kekeringan sekarang ini.

“Selain (krisis air bersih yang melanda) juga sudah terlaporkan sebanyak 349 hektar sawah di Kabupaten Bandung mengalami hal serupa,” ucap Mantan Kadispora itu.

BPBD, lanjut Akhmad, telah mengeluarkan surat edaran mengenai imbauan kepada para Camat agar melaporkan kondisi kekeringan di wilayah masing-masing.

“Sebelum penetapan status tanggap darurat kekeringan, kita buat surat edaran, agar para camat melaporkan kondisi di wilayah,” katanya.

“Ini penting dilakukan, untuk mengetahui potensi kekeringan yang saat ini terjadi,” tandasnya.

 

(ral/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds